Beranda Kampus Fakultas Keperawatan Unhas Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 300 Mahasiswa

Fakultas Keperawatan Unhas Sediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi 300 Mahasiswa

0

MataKita.co, Makassar — Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi mahasiswa, termasuk skrining kesehatan mental. Program ini menjadi bagian dari upaya kampus mendeteksi risiko gangguan kesehatan sejak dini sekaligus membangun lingkungan pendidikan yang sehat secara fisik dan psikologis.

Program Pemeriksaan Kesehatan Mahasiswa tersebut diluncurkan oleh Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, di Ruang Senat Fakultas Keperawatan, Makassar, Selasa (13/10/2026). Pemeriksaan berlangsung selama sekitar tiga hari di Gedung Objective Structured Clinical Examination (OSCE) Fakultas Keperawatan.

Pada tahap awal, program menyasar sekitar 300 mahasiswa angkatan 2026. Pemeriksaan meliputi kondisi kesehatan fisik dan skrining kesehatan mental untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan yang memerlukan pencegahan atau tindak lanjut.

Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof. Elly Lilianty Sjattar, mengatakan, program tersebut merupakan pengembangan kerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Antara.

Selama tiga tahun terakhir, Unhas telah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan berkala bagi dosen dan tenaga kependidikan. Tahun ini, Fakultas Keperawatan untuk pertama kalinya memperluas layanan tersebut kepada mahasiswa.

“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental, tetapi juga sebagai inisiatif berkelanjutan yang dapat dicontoh oleh fakultas lain di Unhas,” ujar Elly.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan sejak dini penting untuk membantu mahasiswa mengenali kondisi tubuh dan psikologisnya. Dengan demikian, langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan sebelum masalah kesehatan berkembang lebih jauh.

Perhatian pada kesehatan mental

Selain pemeriksaan fisik, program ini memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental mahasiswa. Skrining dilakukan sebagai langkah awal untuk mengenali kebutuhan dukungan psikologis selama menjalani pendidikan tinggi.

Kepala Puskesmas Antara, Herni Raru, mengapresiasi kerja sama dengan Unhas. Menurut dia, pemeriksaan kesehatan mahasiswa sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam memperluas deteksi dini penyakit dan identifikasi faktor risiko kesehatan.

“Saya berharap kolaborasi Unhas dan Puskesmas Antara dapat terus diperkuat melalui sinergi berkelanjutan, memperluas edukasi kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pencegahan penyakit serta penerapan perilaku hidup sehat,” kata Herni.

Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa kesehatan mahasiswa tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Kondisi fisik dan psikologis yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran dan produktivitas akademik.

“Kita ingin membangun lingkungan kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara fisik dan psikologis. Kesehatan harus menjadi perhatian bersama karena sivitas akademika yang sehat dan bugar merupakan salah satu prasyarat penting bagi kemajuan universitas,” ujarnya.

Dorong program berkelanjutan

Jamaluddin menjelaskan, pemeriksaan kesehatan mahasiswa merupakan bagian dari penguatan program unggulan Unhas PRIME (Physical-Psychological Resilience, Intervention, and Medical Ecosystem).

Program tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem kampus yang mendukung ketahanan fisik dan psikologis sivitas akademika melalui pendekatan pencegahan, intervensi, dan layanan kesehatan.

Menurut dia, pelaksanaan pemeriksaan kesehatan perlu disertai evaluasi yang terukur agar manfaatnya dapat diketahui dan menjadi dasar pengembangan program pada masa mendatang.

Dengan demikian, pemeriksaan kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi layanan berkelanjutan yang menjangkau lebih banyak mahasiswa.

“Saya berharap inisiatif Fakultas Keperawatan tersebut merupakan langkah awal yang menginspirasi fakultas lain untuk bersama-sama membangun budaya hidup sehat di Unhas,” kata Jamaluddin.

Melalui program ini, Unhas juga berupaya mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ketiga mengenai kehidupan sehat dan sejahtera.

Perluasan pemeriksaan kesehatan bagi mahasiswa diharapkan menjadi langkah awal penguatan layanan kesehatan preventif di lingkungan kampus, sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan fisik dan mental merupakan bagian penting dari keberhasilan pendidikan tinggi.

Facebook Comments Box