MataKita.co, Fakfak — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyerahkan hasil riset dan rekomendasi pembangunan Kampung Weri dan Kampung Saharey kepada Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, Sabtu (10/10/2026). Selain memetakan potensi ekonomi lokal, tim menyoroti persoalan keterbatasan akses air bersih yang masih dihadapi masyarakat.
Riset tersebut melibatkan 120 personel TEP Unhas yang terbagi dalam 20 tim multidisiplin. Mereka melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan masyarakat di sejumlah sektor, mulai dari perikanan, pertanian, infrastruktur, pariwisata, hingga kesehatan.
Ketua TEP Unhas, Prof. Nita Rukminasari, mengatakan ekspedisi tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.
“Melalui ekspedisi ini, kami berupaya menghadirkan hasil riset yang tidak berhenti pada laporan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan produk konkret yang dapat dimanfaatkan masyarakat serta ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Di sektor perikanan, tim mendampingi kelompok perempuan nelayan mengembangkan enam produk olahan ikan, yakni nugget, bakso, kerupuk, sambal, pempek, dan abon.
Tim juga menyusun dokumen pembentukan kelompok usaha perempuan nelayan di kedua kampung. Dokumen tersebut telah diajukan kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Fakfak untuk mendukung pembinaan usaha dan pengurusan izin edar produk.
Sementara di sektor pertanian, tim mengidentifikasi peluang hilirisasi pala melalui pengembangan sirup, selai, dan minyak atsiri. Pemetaan legalitas pelaku usaha lokal juga dilakukan untuk mendukung proses sertifikasi produk.
Pada bidang infrastruktur, TEP Unhas menghasilkan dokumen rencana induk (masterplan) pembangunan kampung, rancangan jaringan air bersih, serta uji coba pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala mikro dan alat pengering pala mekanis.
Adapun di sektor pariwisata, tim menyusun panduan ekowisata Fakfak Timur dan memetakan jalur pengamatan burung endemik Julang Papua atau Taon-taon. Sementara bidang kesehatan menghasilkan profil kesehatan masyarakat dan modul edukasi pencegahan stunting.
Soroti krisis air bersih
Selain memaparkan hasil penelitian, TEP Unhas menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pemerataan infrastruktur, terutama penyediaan air bersih.
Sebagian warga Kampung Weri dan Saharey masih menghadapi kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan. Sebelum bertemu bupati, tim bersama aparat keamanan setempat turut menyalurkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi pembangunan yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menyambut baik hasil penelitian tersebut. Ia menilai rekomendasi TEP Unhas dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah daerah menyambut baik hasil riset dan rekomendasi yang disampaikan TEP Unhas. Hasil ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam mengembangkan potensi lokal serta mendukung program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” kata Samaun.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.
Pemerintah Kabupaten Fakfak menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, termasuk mengintegrasikan rencana induk kampung ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dukungan pemerintah juga diarahkan pada penguatan kelompok usaha perempuan nelayan, pembinaan usaha berkelanjutan, perluasan akses pasar, serta fasilitasi legalitas dan izin edar produk lokal.
Melalui kolaborasi ini, TEP Unhas berharap hasil penelitian dapat menjadi dasar pengembangan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan dasar dan pembangunan Kampung Weri dan Saharey secara berkelanjutan.








































