MataKita.co, Gorontalo – Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) mulai memantapkan langkah menuju akreditasi unggul Program Studi S1 Administrasi Publik. Salah satunya melalui Lokakarya Kurikulum yang melibatkan organisasi profesi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), akademisi, mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kegiatan berlangsung di Aula Rektorat Lantai III UMGO, Rabu (4/11/2026), dengan menghadirkan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Gorontalo–Sulawesi Utara, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., serta perwakilan LLDikti Wilayah XVI, Dr. Irwan Halid, M.Si., sebagai narasumber. Turut hadir Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Apris Ara Tilome, M.Si., Ketua Program Studi S1 Administrasi Publik, Dr. Rifka S. Akibu, M.Si., tim asesor, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LP3M), dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta stakeholder terkait.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UMGO, Dr. Apris Ara Tilome, M.Si., menyampaikan bahwa secara umum Program Studi S1 Administrasi Publik telah memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia (SDM), fasilitas, dan berbagai aspek pendukung lainnya untuk menuju akreditasi unggul. Namun, kesiapan tersebut perlu diperkuat melalui pemenuhan administrasi, penyusunan borang, serta diskusi dan masukan dari berbagai pihak.
Ia berharap berbagai masukan yang diperoleh melalui lokakarya ini dapat menjadi bekal bagi program studi dalam mempersiapkan pengunggahan borang dan memenuhi berbagai indikator menuju akreditasi unggul.
Sementara itu, Wakil Rektor I UMGO, Dr. Muh. Firyal Akbar, M.Si., yang hadir mewakili Rektor UMGO, menyampaikan apresiasi dan selamat datang kepada seluruh narasumber serta peserta lokakarya.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting mengingat kurikulum S1 Administrasi Publik telah melalui kurang lebih lima tahun sejak pembaruan terakhir. Karena itu, lokakarya ini diharapkan mampu menghasilkan penyelarasan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan para pengguna lulusan,” tandasnya.
Ia juga menekankan bahwa perkembangan bidang Administrasi Publik terus mengalami perubahan. Karena itu, penyusunan kurikulum harus mampu menjembatani kebutuhan stakeholder, baik instansi pemerintah, sektor swasta, maupun dunia usaha, dengan profil dan kompetensi lulusan yang dihasilkan UMGO.
Dalam arahannya, perwakilan LLDikti Wilayah XVI, Dr. Irwan Halid, M.Si., menekankan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi tidak boleh hanya berorientasi pada proses mahasiswa menyelesaikan studi, mengikuti wisuda, dan memperoleh ijazah. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kualitas dan kompetensi sesuai bidang keilmuannya.
“Kurikulum harus dirancang dengan memperhatikan kesesuaian antara proses pembelajaran, capaian kompetensi, dan kebutuhan pengguna lulusan agar alumni memiliki daya saing serta peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja,” pungkasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD IAPA Wilayah Gorontalo–Sulawesi Utara, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan keilmuan dan kurikulum Administrasi Publik merupakan bagian penting dalam mengikuti transformasi pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum perlu mengacu pada standar kompetensi yang telah ditetapkan, sekaligus memperhatikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) agar proses pembelajaran benar-benar mendukung pencapaian kompetensi lulusan.
Ia juga menekankan bahwa seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam menyiapkan akses, pengetahuan, dan bekal kompetensi yang baik bagi mahasiswa agar memiliki peluang lebih luas untuk memasuki dunia kerja.
Keterlibatan narasumber, mahasiswa, alumni, dosen, dan stakeholder menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan kolaborasi berbagai unsur, UMGO optimistis pengembangan kurikulum dapat menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi lulusan, dan mewujudkan target akreditasi unggul.








































