Beranda Lensa Putri Bupati Maros Wakili Indonesia di Jambore Dunia

Putri Bupati Maros Wakili Indonesia di Jambore Dunia

0
Nur Indah Lestari

MataKita.co, Maros – Salah seorang putri Maros kembali mengharumkan nama daerahnya setelah terpilih mewakili Indonesia dalam jambore tingkat dunia. Nur Indah Lestari yang merupakan putri Bupati Maros bersama rekannya dari Jawa Barat mewakili Indonesia dalam kegiatan yang bertajuk The 15th World Rover Moot atau Raimuna tingkat dunia di Islandia selama satu pekan 25 Juli sampai 2 Agustus 2017 lalu.

Indah menyebut, utusan dari Indonesia hanya dua orang yakni satu putra yang berasal dari Jawa Barat dan dirinya putri dari Sulsel.

“Di sana ada 5 ribu peserta yang hadir dari 93 negara dengan biaya yang ditanggung langsung oleh sponsor. Artinya, saya kesana tanpa keluar biaya sedikit pun,” beber Indah.

Indah menjelaskan, meski ini bukan pertama kalinya dia mengikuti jambore dunia, selalu ada pengalaman yang tak terlupakan.

“Selama di sana kita banyak dilatih kemahiran dan keterampilan dialam terbuka dan bertukar ide serta pemikiran dan budaya dari berbagai negara yang hadir. Dan kebetulan kita dibagi per kelompok yang disebar ke seluruh penjuru Islandia dan saya ditunjuk sebagai ketua regu yang anggotanya semua laki-laki,” paparnya.

Dalam satu regu tersebut terdiri dari berbagai negara seperti El Salvador, Arab Saudi dan Turki. “Dan saya tetap mempertahakan identitas Islam saya yaitu tetap memakai jilbab diantara peserta,” ujarnya.

Putri pertama Bupati Maros HM Hatta Rahman itu mengaku telah puluhan kali mengikuti jambore dunia tepatnya sejak tahun 2006 lalu. Hampir semua benua telah disambanginya kecuali benua Afrika. AS setiap kesempatan mengunjungi negara lain, Indah juga selalu menunjukkan jati dirinya sebagai putri Bugis-Makassar dengan memakai pakaian khas Sulsel seperti kain sutera atau budaya Sulsel lainnya.

Indah mengaku, meski dirinya perempuan namun orang tuanya yang notabene adalah orang nomor satu di Maros sangat mendukung kegiatannya.

“Alhamdulillah saya punya orang tua yang betul-betul mensupport saya apapun yang saya lakukan sepanjang itu baik. Meski saya perempuan namun itu bukan penghalang sampai sudah mengeksplore dirinya,” ujar gadis kelahiran 24 Mei 1992 ini.

Selain itu, Indah mengaku hampir semua perjalanannya sebagai utusan ke berbagai negara tidak menggunakan uang pribadinya maupun bantuan orang tuanya. Namun, merupakan perjalanan gratis dari penyelenggara maupun sponsorship.

“Siapapun bisa seperti saya, asal ada kemauan. Tidak harus menjadi anak pejabat dan itu saya buktikan dengan seluruh perjalanan saya keliling dunia nyaris tanpa bantuan dari orang tua saya,” ujar pertama dari empat bersaudara ini.

Indah berpesan kepada generasi muda Maros untuk jangan pernah takut untuk bermimpi karena semua pencapaiannya selama ini berawal dari mimpi yang dibarengi dengan usaha dan kerja keras untuk memantaskan diri.

“Yang saya capai ini bukan hasil kerja semalam tapi perjuangan panjang, saya menekuni dunia pramuka sejak usia 13 tahun,” ujarnya.

Diakuinya salah satu prestasi gemilang Indah adalah pernah menjadi Messenger of Peace yakni slah satu program kemanusiaan yang dinaungi oleh lembaga pramuka dunia yang disponsori oleh Swedia dan Arab Saudi dan saat ini Indah menjadi official brand pramuka dunia World Organisation of Scout Movement (WOSM).

Sumber : fajaronline.com

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT