Beranda Uncategorized Setelah 74 tahun, Putra Terbaik Asal Sulawesi Barat Prof Hamzah Halim Cetak...

Setelah 74 tahun, Putra Terbaik Asal Sulawesi Barat Prof Hamzah Halim Cetak Sejarah Baru Sebagai Calon Tunggal Dekan FH Unhas Periode 2026-2030

0
Prof. Dr. Hamzah Halim, SH., MH., M. AP.
Prof. Dr. Hamzah Halim, SH., MH., M. AP.

Matakita.co, Makassar- Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan hukum terkemuka di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pada era kepemimpinan Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., fakultas ini mencatat berbagai capaian penting yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pada penguatan infrastruktur pendidikan, inovasi pembelajaran, serta perluasan jejaring akademik di tingkat nasional dan internasional.

Salah satu simbol paling menonjol dari transformasi tersebut adalah hadirnya Justice Tower, sebuah fasilitas modern yang kini menjadi ikon baru kemajuan pendidikan hukum di kawasan Indonesia Timur bahkan monumental yang layak diperhitungkan secara global.

Prof. Hamzah Halim menjelaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum Unhas yang berjalan selaras dengan visi kepemimpinan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof JJ).

Menurutnya, kepemimpinan Prof JJ memberikan ruang yang luas bagi tumbuhnya inovasi, kolaborasi, dan keberanian institusi untuk melakukan lompatan besar dalam pengembangan pendidikan tinggi.

“Seluruh pencapaian ini tidak hadir secara tiba-tiba. Ini merupakan hasil kerja bersama yang dibangun melalui semangat inovasi, kolaborasi, serta dukungan penuh dari kepemimpinan universitas,” ujar Prof Hamzah.

Di balik berbagai capaiannya, Dekan Fakultas Hukum Unhas Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., dikenal sebagai salah satu putra daerah terbaik asal Sulawesi Barat yang berhasil meniti karier akademik hingga tingkat nasional.

Dalam perjalanan intelektualnya, Prof. Hamzah juga pernah dididik langsung oleh begawan hukum Indonesia yang terkenal dengan integritas dan keteguhan dalam menegakkan hukum, Prof. Baharuddin Lopa.

Nilai-nilai integritas dan keberanian moral yang diwariskan tokoh besar tersebut menjadi fondasi penting dalam kepemimpinannya, yang kini tercermin dalam berbagai langkah transformasi dan penguatan kualitas akademik di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.

Kiprah Transformatif Fakultas Hukum Unhas

Selain berbagai capaian akademik dan pembangunan infrastruktur, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin juga terus memperluas jejaring internasional. FH Unhas kini telah tergabung secara resmi dalam organisasi Fakultas Hukum atau Law School tingkat dunia. Pada Januari lalu, Wakil Dekan I bersama Ketua GPM bahkan menghadiri annual meeting organisasi tersebut di Thailand.

Sejumlah akademisi dari luar negeri juga bergabung sebagai Adjunct Professor di FH Unhas. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa di bawah kepemimpinan Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof JJ) yang memiliki jejaring internasional kuat, FH Unhas semakin aktif membangun kolaborasi akademik di tingkat global.

Di luar bidang akademik, mahasiswa FH Unhas juga menorehkan prestasi di panggung dunia. Dalam cabang olahraga karate, mahasiswa fakultas ini hampir setiap tahun meraih gelar juara dunia. Prestasi terbaru dicatat pada Kejuaraan Dunia Karate di Jepang tahun 2025.

Memperkuat Kebersamaan Internal Fakultas

Selain mendorong kemajuan akademik, kepemimpinan Prof Hamzah pada periode 2022-2026 juga membawa misi penting untuk memperkuat kebersamaan di lingkungan Fakultas Hukum Unhas. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menghilangkan sekat-sekat atau kelompok yang selama puluhan tahun sempat mewarnai dinamika internal fakultas.

Upaya tersebut tidak hanya menyentuh kalangan dosen, tetapi juga melibatkan tenaga kependidikan dan mahasiswa. Dalam perjalanan panjang 74 tahun Fakultas Hukum Unhas, dinamika kelompok memang pernah menjadi bagian dari proses perkembangan institusi. Namun kini, semangat persatuan berhasil kembali dibangun sebagai fondasi baru bagi kemajuan fakultas.

Keberhasilan membangun soliditas tersebut terlihat dalam proses pemilihan dekan periode 2026–2030 yang berlangsung secara aklamasi. Dalam proses tersebut hanya muncul satu calon dekan, bahkan setelah masa pendaftaran diperpanjang hingga dua kali lipat dari waktu yang ditentukan. Prof. Dr. Hamzah Halim, S.H., M.H., M.A.P., terpilih secara aklamasi dan keluar sebagai calon tunggal Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin periode 2026-2030.

Menurut Prof Hamzah, situasi tersebut menjadi bukti kuat bahwa sekat-sekat internal yang pernah ada kini telah hilang dan digantikan oleh semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Fakultas Hukum Unhas.

“Ini menunjukkan bahwa kita berhasil membangun kembali kebersamaan di FH Unhas. Tidak ada lagi kelompok yang memisahkan. Semua bersatu untuk tujuan yang sama, yaitu memajukan fakultas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa persatuan tersebut menjadi modal penting bagi FH Unhas untuk melanjutkan berbagai lompatan besar di masa depan.

Transformasi dan Prestasi Akademik

Dalam bidang akademik, Fakultas Hukum Unhas juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Menurut Prof Hamzah, berbagai penghargaan dan prestasi yang diraih dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan posisi FH Unhas sebagai salah satu fakultas hukum terbaik di Indonesia.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen civitas akademika dalam menjaga kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dosen dan mahasiswa FH Unhas secara aktif menorehkan prestasi di berbagai forum nasional maupun internasional. Prestasi tersebut antara lain terlihat dalam kompetisi moot court, publikasi penelitian hukum pada jurnal ilmiah bereputasi, serta keterlibatan dalam advokasi kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ini menunjukkan bahwa FH Unhas tidak hanya mencetak sarjana hukum, tetapi juga melahirkan generasi intelektual yang kritis, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam memperkuat keadilan sosial dan tata kelola hukum yang lebih baik,” kata Prof Hamzah.

Justice Tower: Ikon Baru Pendidikan Hukum

Di antara berbagai capaian yang diraih, pembangunan Justice Tower menjadi salah satu pencapaian paling monumental dalam perjalanan Fakultas Hukum Unhas. Menurut Prof Hamzah, kehadiran menara modern tersebut tidak hanya menjadi pusat kegiatan perkuliahan, tetapi juga dirancang sebagai ruang strategis yang mempertemukan dunia akademik dengan praktik profesional hukum.

Justice Tower diharapkan menjadi pusat lahirnya gagasan, diskusi ilmiah, serta penelitian hukum yang mendorong kolaborasi lintas disiplin.

“Justice Tower merupakan mercusuar baru bagi pengembangan ilmu hukum. Di tempat ini berbagai ruang dialog, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat berkembang dengan pendekatan multidisipliner,” ujarnya.

Gedung tersebut dirancang dengan berbagai fasilitas modern yang mendukung pembelajaran hukum di era digital. Fasilitas yang tersedia antara lain ruang kelas berbasis teknologi, pusat riset hukum, serta fasilitas moot court bertaraf internasional yang memungkinkan mahasiswa mengasah kemampuan praktik hukum secara profesional.

Bagi Prof Hamzah, Justice Tower tidak sekadar simbol pembangunan infrastruktur, melainkan representasi komitmen FH Unhas untuk terus memajukan pendidikan hukum yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Justice Tower bukan hanya bangunan fisik. Ia adalah simbol tekad besar untuk menjadikan hukum sebagai instrumen keadilan yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan kemanusiaan,” tegasnya.

Inspirasi bagi Sivitas Akademika dan Masyarakat

Di akhir penjelasannya, Prof Hamzah menegaskan bahwa berbagai capaian yang diraih Fakultas Hukum Unhas merupakan sumber inspirasi bagi seluruh sivitas akademika.

Bagi mahasiswa, keberadaan Justice Tower dan berbagai prestasi internasional menjadi pemacu semangat untuk tampil percaya diri dan bersaing di tingkat global. Lingkungan akademik yang semakin dinamis diharapkan mampu melahirkan generasi muda hukum yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keberanian untuk berkontribusi dalam dinamika hukum dunia.

Sementara itu, bagi para dosen, perkembangan ini membuka ruang yang lebih luas untuk melahirkan penelitian-penelitian strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Bagi masyarakat luas, Fakultas Hukum Unhas diharapkan terus menjadi tempat lahirnya sarjana hukum yang berintegritas, berpihak pada kebenaran, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga demokrasi dan memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia.

“FH Unhas di era kepemimpinan Prof JJ telah bertransformasi menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Prof Hamzah.

Ia menambahkan bahwa rangkaian prestasi yang diraih, serta hadirnya Justice Tower sebagai ikon baru pendidikan hukum, menjadi bukti bahwa pendidikan hukum memiliki kekuatan besar untuk mendorong perubahan sosial.

“Perjalanan ini membuktikan bahwa pendidikan hukum mampu menjadi cahaya perubahan yang menerangi bangsa, bahkan memberi kontribusi bagi peradaban dunia,” pungkasnya. (**)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT