Beranda Kampus SPPG Unhas Jadi Laboratorium Inovasi Program Makan Bergizi Gratis

SPPG Unhas Jadi Laboratorium Inovasi Program Makan Bergizi Gratis

0

MataKita co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus sebagai model praktik cerdas (smart practice) dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kehadiran SPPG tersebut tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran dan inovasi yang melibatkan berbagai disiplin ilmu di lingkungan kampus.

Keterlibatan Unhas dalam program strategis nasional tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan peran perguruan tinggi yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Kampus dipandang tidak lagi dapat berdiri sebagai “menara gading” yang terpisah dari persoalan sosial, melainkan harus menjadi agen perubahan yang mampu memberikan solusi konkret bagi pembangunan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, mengatakan bahwa partisipasi Unhas dalam Program MBG merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Keterlibatan Unhas dalam Program Makan Bergizi Gratis melalui SPPG merupakan bentuk nyata komitmen kampus untuk hadir memberikan solusi atas persoalan publik. Perguruan tinggi tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus mampu menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Ishaq, Jumat (12/6/2026).

SPPG Unhas dirancang dengan mengintegrasikan tata kelola, standar gizi, keamanan pangan, serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan pendekatan tersebut, unit ini diharapkan mampu melahirkan berbagai praktik terbaik (best practices) dan praktik cerdas (smart practices) yang dapat menjadi rujukan dalam mendukung keberlanjutan Program MBG.

Pengelolaan SPPG dilakukan secara profesional dengan menerapkan standar ketat mulai dari perencanaan menu, pengendalian mutu, keamanan pangan, manajemen operasional, hingga monitoring dan evaluasi. Unhas juga membuka ruang partisipasi bagi mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat sipil melalui riset, kajian ilmiah, evaluasi kebijakan, dan pengawasan terhadap tata kelola program.

“SPPG Unhas tidak sekadar berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi. Kami mendesainnya sebagai laboratorium pembelajaran dan inovasi yang dapat menghasilkan berbagai praktik terbaik dan praktik cerdas untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Ishaq.

Menurut dia, pengelolaan SPPG tidak ditujukan untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai bentuk kontribusi akademik dan sosial perguruan tinggi terhadap agenda pembangunan nasional.

Ekosistem Unik dari Dalam Kampus

Keunikan SPPG Unhas terletak pada model pengelolaannya yang dilakukan oleh Yayasan Metavisi Akademika, lembaga nirlaba milik Unhas yang telah berdiri selama dua dekade dan selama ini bergerak di bidang sosial dan pendidikan.

Pembangunan dapur SPPG dilakukan di area kampus dengan dukungan berbagai mitra melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), sehingga tidak membebani anggaran universitas. Selain itu, SPPG Unhas dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berkapasitas 10 meter kubik dengan teknologi terbaru, jauh di atas kebutuhan standar dapur dengan kapasitas sejenis.

Sejak diresmikan pada 28 April 2026, kehadiran SPPG juga mendorong terbentuknya ekosistem rantai pasok pangan yang melibatkan berbagai fakultas di lingkungan Unhas. Fakultas Pertanian memasok kebutuhan sayuran, Fakultas Kehutanan menyuplai jamur tiram, sedangkan Fakultas Peternakan menyediakan daging ayam broiler, telur ayam kampung dan ayam ras, serta berbagai produk olahan daging sapi.

Sementara itu, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan tengah mempersiapkan penyediaan ikan nila beserta produk olahannya dalam bentuk fillet.

“Yang menjadi kekhasan SPPG Unhas adalah terbentuknya ekosistem rantai pasok yang melibatkan berbagai fakultas. Masing-masing unit berkontribusi sesuai bidang keilmuan yang dimiliki, sehingga program ini menjadi wujud nyata implementasi konsep Kampus Berdampak,” kata Ishaq.

Menurut dia, pengalaman yang dibangun melalui SPPG Unhas diharapkan dapat menjadi model yang dapat dipelajari dan direplikasi oleh berbagai pihak dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

“Harapan kami, pengalaman yang dibangun melalui SPPG Unhas dapat menjadi smart practice yang dapat dipelajari dan direplikasi di tempat lain, sehingga kontribusi perguruan tinggi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia semakin nyata,” tutur Ishaq.

Facebook Comments Box