Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Layanan Terpadu Keamanan Pangan dan Legalitas UMKM di...

Mahasiswa KKN Unhas Hadirkan Layanan Terpadu Keamanan Pangan dan Legalitas UMKM di Bantaeng

0

MataKita.co, Bantaeng – Keamanan pangan dan legalitas usaha menjadi dua aspek penting yang menentukan daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menjawab kebutuhan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Pangan yang dirangkaikan dengan layanan terpadu perizinan usaha di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Juli 2026, ini merupakan bagian dari program KKN Tematik bertema Keamanan Pangan. Program dirancang berdasarkan hasil observasi terhadap kondisi UMKM pangan di Kelurahan Lembang yang masih membutuhkan pendampingan dalam penerapan standar keamanan pangan serta pengurusan legalitas usaha.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan Pemerintah Kelurahan Lembang yang memfasilitasi koordinasi, pendataan pelaku usaha, hingga penyelenggaraan bimbingan teknis.

Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai konsep dasar keamanan pangan, mutu dan regulasi pangan, serta penerapan Lima Kunci Keamanan Pangan pada produk siap saji maupun pangan ritel. Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Memasuki hari kedua, mahasiswa KKN berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng untuk memberikan materi mengenai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai penggunaan bahan tambahan pangan, persyaratan kemasan dan pelabelan, serta penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT). Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memenuhi standar keamanan pangan sekaligus mempersiapkan proses perizinan usahanya.

Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui layanan terpadu yang melibatkan sejumlah instansi. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bantaeng memberikan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Kantor Pelayanan Pajak membuka layanan administrasi perpajakan, sementara Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng memberikan pendampingan pengurusan Sertifikat Halal bagi pelaku usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh informasi, berkonsultasi, sekaligus mengurus berbagai dokumen legalitas usaha dalam satu lokasi. Pendekatan layanan terpadu ini dinilai mampu mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik sekaligus mempercepat proses legalisasi usaha.

Perwakilan DPMPTSP Kabupaten Bantaeng mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Tematik Unhas yang dinilai mampu mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat.

“Program yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Tematik Universitas Hasanuddin ini sangat membantu kami dalam mendekatkan layanan perizinan kepada masyarakat. Kolaborasi seperti ini memudahkan pelaku UMKM memperoleh informasi dan pendampingan secara langsung, sehingga proses pengurusan legalitas usaha menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut karena memberikan manfaat nyata, baik bagi pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.

Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang memadukan edukasi, pendampingan, dan kolaborasi lintas instansi. Sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Lembang, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, Kantor Pelayanan Pajak, dan Kementerian Agama diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM pangan yang lebih aman, legal, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Unhas tidak hanya berperan sebagai fasilitator edukasi, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang lebih mudah diakses. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong lahirnya UMKM pangan yang semakin profesional, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box