Beranda Kampus Unhas Kenalkan Budidaya Ikan Nila Berbasis Teknologi untuk Perkuat Ekonomi Desa di...

Unhas Kenalkan Budidaya Ikan Nila Berbasis Teknologi untuk Perkuat Ekonomi Desa di Maros

0

MataKita.co, Maros – Pengelolaan budidaya ikan nila tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman. Di tengah meningkatnya tantangan produksi, pemanfaatan data dan teknologi menjadi kunci untuk menjaga produktivitas sekaligus menekan risiko kerugian. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Benteng Gajah, Kabupaten Maros, melalui bimbingan teknis budidaya ikan nila berbasis sains.

Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (26/7) ini memperkenalkan pendekatan pengelolaan budidaya yang mengandalkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Peserta tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga cara memantau berbagai indikator penting, seperti kualitas air, tingkat kelangsungan hidup ikan (survival rate), dan efisiensi penggunaan pakan (feed conversion ratio/FCR).

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa pemantauan parameter biologis secara berkala memungkinkan pembudidaya mendeteksi perubahan kondisi kolam lebih cepat sehingga langkah penanganan dapat dilakukan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Pengalaman tentu merupakan modal yang sangat berharga, tetapi akan jauh lebih optimal apabila dipadukan dengan data. Melalui pemantauan indikator seperti kualitas air, survival rate, dan feed conversion ratio, pembudidaya dapat mengetahui kondisi kolam lebih dini sehingga keputusan yang diambil lebih tepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan,” ujar Alpiani.

Selain memperkenalkan sistem budidaya berbasis data, tim pengabdian juga mendorong pemanfaatan potensi lokal melalui penggunaan bioslurry, yakni residu dari instalasi biogas yang masih mengandung unsur hara dan mikroorganisme bermanfaat. Bahan tersebut dinilai berpotensi meningkatkan ketersediaan pakan alami di kolam sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

Menurut Alpiani, Desa Benteng Gajah memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan budidaya ikan nila berbasis inovasi karena didukung sumber daya lokal yang dapat dipadukan dengan teknologi budidaya modern.

“Kami berharap BUMDes tidak hanya mampu mengembangkan usaha budidaya ikan nila yang produktif, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat desa,” katanya.

Dalam bimbingan teknis tersebut, Tim Pengabdian Unhas menghadirkan praktisi budidaya ikan nila Syamsuddin, S.Pi., sebagai narasumber. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan usaha, perhitungan kapasitas kolam, penentuan padat tebar benih, hingga estimasi produktivitas dan hasil panen.

Peserta juga memperoleh pelatihan mengenai pengelolaan kualitas air melalui pemantauan pH dan suhu, teknik pengambilan sampel, penggunaan probiotik, penerapan sistem bioflok, serta strategi pencegahan penyakit ikan. Pengendalian parameter tersebut dinilai penting karena perubahan kualitas air dapat memicu stres pada ikan, menurunkan daya tahan tubuh, dan berdampak pada produktivitas budidaya.

Diskusi berlangsung interaktif sepanjang kegiatan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan bagi pelaku usaha perikanan di tingkat desa.

Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi hasil pelatihan, Tim Pengabdian Unhas juga menyerahkan sejumlah peralatan budidaya kepada pengelola BUMDes Desa Benteng Gajah. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penerapan budidaya berbasis data sekaligus mendorong pengembangan usaha perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui peningkatan produksi pangan, serta SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan usaha ekonomi desa.

Kegiatan merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026. Bimbingan teknis dihadiri Kepala Desa Benteng Gajah, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Direktur dan anggota BUMDes, serta mahasiswa yang terlibat dalam program.

Tim pengabdian dipimpin Dr. Alpiani, S.Pi., M.Si., dengan anggota Dr. Esther Sanda Manapa dan Prof. Mardiana E. Fachry.

Facebook Comments Box