Beranda Kampus Unhas Satukan Akademisi dan Praktisi dalam Forum Nasional Konservasi Terumbu Karang

Unhas Satukan Akademisi dan Praktisi dalam Forum Nasional Konservasi Terumbu Karang

0

MataKita.co, Makassar – Upaya menjaga keberlanjutan ekosistem laut di tengah meningkatnya tekanan lingkungan global membutuhkan pendekatan yang tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga didukung oleh sains serta kolaborasi lintas sektor. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi nasional konservasi terumbu karang berbasis ilmu pengetahuan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan Forum Terumbu Karang Indonesia oleh Coral Reef Rehabilitation and Sustainability Research Group (CORES) Unhas. Forum yang berlangsung di Unhas Hotel and Convention, Makassar, Jumat (19/6/2026), menjadi ruang pertemuan antara akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi konservasi untuk memperkuat pengelolaan ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan.

Berbagai pembahasan dalam forum menyoroti tantangan yang dihadapi ekosistem laut, mulai dari perubahan iklim, pencemaran, eksploitasi sumber daya secara berlebihan, hingga kerusakan habitat akibat pembangunan kawasan pesisir dan aktivitas pertambangan. Kondisi tersebut dinilai semakin mempercepat degradasi lingkungan laut yang berdampak pada ketahanan pangan, keanekaragaman hayati, dan fungsi laut sebagai penyerap karbon.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., mengatakan bahwa persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat.

“Terumbu karang bukan sekadar ekosistem biologis, tetapi bagian penting dari sistem penyangga kehidupan masyarakat pesisir. Kompleksitas tantangan yang semakin meningkat menuntut keterpaduan antara ilmu pengetahuan, kebijakan, dan aksi nyata di lapangan,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Menurut dia, forum tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan arah baru dalam pengelolaan dan konservasi terumbu karang Indonesia. Unhas juga terus memperluas jejaring kolaborasi nasional dengan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan, lembaga riset, perguruan tinggi, serta berbagai organisasi konservasi.

Sebagai bagian dari Coral Triangle Initiative, Indonesia memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas ekosistem laut dunia. Selain memiliki nilai ekologis yang tinggi, terumbu karang juga menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor perikanan berkelanjutan dan ketahanan pangan.

“Kami ingin forum ini berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan yang tidak berhenti pada diskusi, tetapi menghasilkan aksi nyata untuk konservasi terumbu karang Indonesia,” kata Prof. Jamaluddin Jompa.

Forum tersebut juga menghasilkan sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan Indonesia Coral Reef Society, pengembangan Sistem Data Terumbu Karang Indonesia, perluasan jejaring restorasi, serta konsolidasi organisasi para ahli terumbu karang nasional. Langkah tersebut menegaskan pentingnya integrasi antara data, riset, dan kebijakan dalam membangun ekosistem pengetahuan yang mendukung konservasi laut secara berkelanjutan.

Melalui forum ini, Unhas tidak hanya berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan kelautan, tetapi juga menjadi titik temu antara sains dan kebijakan, sehingga hasil-hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi program konservasi yang memberikan dampak nyata bagi ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Facebook Comments Box