Matakita.co, Luwu Timur- Mahasiswa magang Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama penyuluh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, sebagai bagian dari upaya pemulihan lahan kritis dan mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. (20/06/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung selama 22 April s/d. 20 Juni 2026 yang difokuskan pada penanaman bibit pala di lokasi yang menjadi sasaran rehabilitasi. Tanaman pala dipilih karena dinilai memiliki potensi ganda, yakni membantu meningkatkan tutupan vegetasi pada lahan yang terdegradasi sekaligus memberikan peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Pelaksanaan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa magang bersama penyuluh kehutanan KPH Larona dengan menerapkan teknik penanaman yang sesuai guna meningkatkan peluang keberhasilan pertumbuhan tanaman.
Selain terlibat dalam kegiatan penanaman, mahasiswa juga memperoleh pengalaman lapangan mengenai tahapan pelaksanaan program rehabilitasi hutan dan lahan, mulai dari persiapan lokasi, teknik penanaman, hingga pemeliharaan tanaman pascatanam. Pendampingan yang dilakukan penyuluh kehutanan KPH Larona menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik pengelolaan kehutanan di lapangan.
Koordinator tim mahasiswa magang Program Studi Kehutanan Unhas, Devi Natalia, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka memahami secara langsung implementasi rehabilitasi hutan dan lahan.
“Melalui kegiatan ini kami dapat memahami bagaimana pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan secara nyata, mulai dari persiapan hingga penanaman. Pengalaman ini semakin memotivasi kami untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebagai calon rimbawan,” ujar Devi Natalia.
Lebih lanjut Devi Natalia menambahkan bahwa Kegiatan RHL tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi kehutanan dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat pemahaman generasi muda mengenai pentingnya rehabilitasi lahan untuk menjaga fungsi hutan, keberlanjutan sumber daya alam, serta keseimbangan ekosistem.
Sinergi antara mahasiswa, KPH Larona, dan masyarakat Desa Ledu-Ledu diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis dan sosial ekonomi dalam jangka panjang, sekaligus mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan di Kabupaten Luwu Timur. Papar Devi Natalia (**)








































