Beranda Edukasi Telkom Indonesia Gelar Edumind Wellbeing & AI Camp di Makassar, Dorong Sekolah...

Telkom Indonesia Gelar Edumind Wellbeing & AI Camp di Makassar, Dorong Sekolah Aman dan Sehat Mental Berbasis AI

0

Matakita.co, ​Makassar – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong transformasi digital dan kepedulian terhadap kesehatan mental di dunia pendidikan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) resmi menggelar program Edumind Wellbeing & AI Camp di Makassar pada 21–23 Juli 2026.

​Mengangkat tema “Membangun Ekosistem Sekolah yang Aman dan Sehat melalui Inovasi AI: Aman Bercerita, Sehat Mentalnya”, program inisiasi Telkom ini bertindak sebagai wadah edukasi sekaligus penggerak (enabler) pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara etis untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan (bullying).

​Inisiatif strategi Telkom ini didukung penuh oleh kolaborasi lintas sektor bersama Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Direktorat SMA Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Yayasan Maleo Talenta Cendekia, dan Educourse.id.

​Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan kunci, antara lain Plh. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Witel Sulbagsel Telkom Indonesia, serta Ketua Yayasan Maleo Talenta Cendekia. Sebanyak 250 peserta yang terdiri dari siswa dan pendidik dari 10 sekolah di Kota Makassar siap menjadi pelopor perubahan (agen perubahan) selama tiga hari pelatihan intensif.

​Sebagai perwakilan pimpinan program dari Telkom Indonesia, Aline Zivana  menegaskan peran vital Telkom dalam menghadirkan solusi digital yang inklusif dan berdampak sosial nyata bagi ekosistem pendidikan nasional.

​”Sebagai enabler teknologi, Telkom tidak hanya fokus pada penyediaan infrastruktur digital, tetapi juga memastikan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat secara langsung menyentuh aspek paling fundamental peserta didik, yaitu kesehatan mental dan rasa aman di sekolah. Makassar kami pilih sebagai kota krusial untuk memperluas dampak pemanfaatan AI yang bertanggung jawab,” ujar Aline.

​Ia menambahkan bahwa keberlanjutan (sustainability) program menjadi prioritas utama Telkom. 

“Kami ingin memastikan bahwa inovasi dan pemahaman yang didapat selama camp ini benar-benar terimplementasikan secara jangka panjang di sekolah masing-masing, melahirkan ekosistem belajar yang ramah anak, empatik, dan tangguh secara mental.” jelasnya.

​Langkah Telkom dalam menginisiasi program ini dirasa sangat krusial di tengah tantangan perundungan yang masih marak terjadi di lingkungan sekolah. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam acara, sepanjang tahun 2025 saja telah tercatat 26 kasus perundungan siswa yang berdampak signifikan pada tekanan psikologis dan perkembangan belajar anak.

​Merespons hal tersebut, pelatihan selama tiga hari ini dibekali dengan kurikulum berbasis AI yang dikembangkan untuk membantu pencegahan perundungan, deteksi dini isu mental, hingga strategi membangun budaya sekolah yang inklusif.

​Dukungan penuh juga disampaikan oleh perwakilan Direktorat Sekolah Menengah Atas Kemendikdasmen yang mengapresiasi langkah proaktif Telkom.

“Prestasi tanpa karakter akan pincang. Sekolah harus memastikan setiap anak merasa aman, nyaman, dan bahagia. Kehadiran Telkom sebagai enabler teknologi membantu kita melihat sisi lain AI—bukan sekadar alat akademik, melainkan instrumen untuk menjaga kesehatan jiwa dan karakter generasi muda,” tegasnya.

​Melalui program Edumind Wellbeing & AI Camp, Telkom Indonesia membuktikan komitmennya untuk tidak hanya memajukan konektivitas bangsa, tetapi juga memberdayakan generasi pembaharu Indonesia agar tumbuh unggul secara akademis, etis dalam berteknologi, dan sehat secara mental.

Facebook Comments Box