MataKita.co, Sidrap – Perubahan pola makan dan menurunnya aktivitas fisik pada anak menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular, termasuk diabetes melitus. Karena itu, pembiasaan pola hidup sehat sejak usia sekolah dinilai penting untuk membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program GEMAS (Gerakan Edukasi Melawan Diabetes Sejak Dini) di SDN 02 Allakuang, Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (22/7/2026).
Program yang dikoordinatori oleh Annisa Tul Janna, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai diabetes melitus serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan sejak dini.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai diabetes melitus. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan media presentasi dan video edukasi.
Materi yang diberikan meliputi pengertian diabetes melitus, faktor risiko pada anak, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat. Siswa juga dikenalkan pentingnya membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, rutin berolahraga sedikitnya 30 menit setiap hari, menjaga pola tidur, tidak melewatkan sarapan, serta memilih makanan bergizi seimbang.
Agar suasana belajar lebih menarik, mahasiswa KKN-PK menghadirkan permainan edukatif berupa flashcard “Pilih yang Sehat” dan permainan Benar atau Salah. Melalui permainan tersebut, siswa diajak membedakan makanan sehat dan makanan yang perlu dibatasi serta menguji pemahaman mereka mengenai diabetes dan perilaku hidup sehat. Pendekatan interaktif tersebut membuat peserta aktif berdiskusi, berani mengemukakan pendapat, dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Annisa Tul Janna, selaku penanggung jawab program, mengatakan edukasi kesehatan perlu diberikan sejak usia dini agar anak-anak memiliki pemahaman yang benar mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat.
“Kami ingin siswa memahami bahwa diabetes bukan hanya penyakit yang dialami orang dewasa. Melalui kebiasaan sederhana seperti mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, rutin berolahraga, serta memilih makanan bergizi, mereka dapat menurunkan risiko penyakit tersebut sejak dini. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dibagikan kepada keluarga di rumah,” ujarnya.
Sebagai bentuk evaluasi, seluruh peserta mengikuti post-test setelah kegiatan berakhir. Hasil evaluasi terhadap 19 siswa menunjukkan rata-rata tingkat pengetahuan meningkat dari 65,79 persen sebelum edukasi menjadi 82,11 persen setelah mengikuti kegiatan. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 16,32 poin persentase atau sekitar 24,8 persen dibandingkan kondisi awal.
Di akhir kegiatan, mahasiswa memberikan apresiasi kepada peserta yang aktif mengikuti permainan dan mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Melalui program GEMAS, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap para siswa semakin memahami pentingnya mencegah diabetes melitus melalui penerapan pola hidup sehat sejak dini. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam menekan risiko penyakit tidak menular serta mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat di Kabupaten Sidenreng Rappang.








































