Beranda Kampus Di Tengah Dinamika Unmuh Barru, Rukaya Miliki Rekam Jejak Panjang di Muhammadiyah

Di Tengah Dinamika Unmuh Barru, Rukaya Miliki Rekam Jejak Panjang di Muhammadiyah

0
Rukaya (kanan)

Matakita.co, Barru – Di tengah dinamika yang tengah dihadapinya di lingkungan akademik, rekam jejak Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muhammadiyah Barru (Unmuh Barru), Rukaya, S.Pd., M.Pd., sebagai kader Muhammadiyah kembali menjadi perhatian. Perjalanan panjangnya dalam proses kaderisasi dan kepemimpinan organisasi dinilai menunjukkan konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai Persyarikatan, baik di dunia akademik maupun organisasi.

Nama Rukaya sebelumnya menjadi sorotan setelah menyampaikan bahwa dirinya mengalami pengucilan di lingkungan akademik pascapolemik terkait penegakan tata tertib kampus. Menurut Rukaya, persoalan tersebut bermula dari teguran kepada mahasiswa sebagai bagian dari penegakan disiplin yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia juga mengaku dikeluarkan dari sejumlah grup koordinasi akademik dan khawatir situasi tersebut berdampak terhadap kariernya. Hingga pemberitaan tersebut diterbitkan, pimpinan Universitas Muhammadiyah Barru belum memberikan tanggapan resmi atas klaim tersebut.

Terlepas dari dinamika tersebut, Rukaya dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam proses perkaderan Muhammadiyah. Ia mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) dan Darul Arqam Madya (DAM) pada 2014, kemudian melanjutkan Pelatihan Instruktur Dasar (PID) pada 2015. Rukaya juga mengikuti Diksuswati II di Kabupaten Bone sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader perempuan Muhammadiyah.

Komitmennya dalam organisasi perempuan Muhammadiyah juga tercermin melalui keikutsertaannya dalam Latihan Instruktur Nasyiatul Aisyiyah (LINA) I serta Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II. Berbagai proses kaderisasi tersebut menjadi fondasi dalam perjalanan kepemimpinan organisasi yang dijalaninya hingga saat ini.

Di lingkungan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Rukaya pernah mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Kader, Sekretaris Umum, hingga Ketua Bidang IMMawati pada Pimpinan Cabang IMM Barru. Sementara di Nasyiatul Aisyiyah, ia pernah menjabat Ketua Bidang Kader Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PD NA) Kabupaten Barru dan kini dipercaya sebagai Ketua Umum PD Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Barru.

Konsistensi tersebut tidak berhenti pada jabatan struktural. Hingga kini, Rukaya masih aktif menjadi pemateri dalam berbagai forum perkaderan, pelatihan, dan kegiatan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai bagian dari upaya membina kader-kader muda Persyarikatan.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Unmuh Barru, Rukaya dikenal menekankan pentingnya disiplin, tata kelola akademik yang baik, serta internalisasi nilai-nilai Islam dalam penyelenggaraan pendidikan. Prinsip tersebut, menurutnya, sejalan dengan misi pendidikan Muhammadiyah yang mengintegrasikan keilmuan, akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sejumlah kader Muhammadiyah di Barru menilai perjalanan organisasi yang ditempuh Rukaya mencerminkan proses kaderisasi yang panjang dan berjenjang. Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai akademisi sekaligus kader Persyarikatan.

Di tengah dinamika yang masih berlangsung, perjalanan kaderisasi Rukaya memperlihatkan bahwa kiprahnya tidak hanya dibangun melalui jabatan akademik, tetapi juga melalui proses pembinaan organisasi yang telah dijalani selama bertahun-tahun. Bagi banyak kader Muhammadiyah, konsistensi dalam menjaga nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan pengabdian menjadi bagian penting dari identitas seorang kader, terlepas dari berbagai dinamika yang dihadapi.

Facebook Comments Box