Beranda Kampus Mahasiswa Unhas Kembangkan POMEO, Serum Bioherbal Berbasis Tanaman Pesisir untuk Kesehatan Hewan...

Mahasiswa Unhas Kembangkan POMEO, Serum Bioherbal Berbasis Tanaman Pesisir untuk Kesehatan Hewan Peliharaan

0

MataKita.co, Makassar – Tanaman katang-katang yang selama ini banyak tumbuh liar di kawasan pesisir ternyata menyimpan potensi sebagai bahan baku produk kesehatan hewan. Potensi tersebut dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui inovasi POMEO, serum bioherbal berbasis nanoemulsi yang dirancang untuk membantu mengatasi ektoparasit dan dermatofitosis pada hewan peliharaan.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim PKM-K yang diketuai Chi Putra, mahasiswa Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin.

Chi Putra menjelaskan, POMEO memanfaatkan ekstrak katang-katang (Ipomoea pes-caprae L.) yang dipadukan dengan ekstrak belimbing wuluh. Kedua bahan alami tersebut kemudian diformulasikan menggunakan teknologi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) untuk meningkatkan penyerapan senyawa aktif pada kulit hewan sehingga diharapkan bekerja lebih optimal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa tanaman pesisir yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi ternyata dapat dikembangkan menjadi inovasi kesehatan hewan yang aman, efektif, sekaligus ramah lingkungan,” ujar Chi Putra.

Menurutnya, POMEO mengusung konsep triple action, yakni membantu mengurangi kutu, tungau, dan caplak melalui efek repellent, memberikan perlindungan melalui aktivitas antibakteri dan antijamur alami, serta membantu menjaga kesehatan kulit dan bulu hewan peliharaan.

Berbeda dengan produk berbasis insektisida sintetis, POMEO menawarkan pendekatan berbahan alami yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung konsep green pet care. Inovasi tersebut juga menjadi upaya meningkatkan nilai tambah tanaman pesisir yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui pengembangan POMEO, tim PKM-K Universitas Hasanuddin berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif bagi pemilik hewan peliharaan dalam menjaga kesehatan kulit dan bulu hewan, sekaligus mendorong pemanfaatan biodiversitas pesisir Indonesia menjadi produk bernilai ekonomi yang lahir dari riset dan kewirausahaan berbasis sains.

Facebook Comments Box