Beranda Lensa IMM Maros Desak PWM Sulsel Percepat Audit Unmuh Barru, Soroti Dugaan Nepotisme...

IMM Maros Desak PWM Sulsel Percepat Audit Unmuh Barru, Soroti Dugaan Nepotisme dan Pelanggaran Etik

0
Ketua Umum PC IMM Maros, Nur Khalis Hasnung

Matakita.co, Maros – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Maros mendesak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan untuk segera menindaklanjuti hasil audit khusus terhadap Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Barru. Menurut PC IMM Maros, proses audit yang telah berjalan perlu disertai langkah yang cepat dan tegas apabila ditemukan pelanggaran dalam tata kelola perguruan tinggi tersebut.

Desakan itu disampaikan menyusul polemik pemberhentian Rukaya dari jabatan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Unmuh Barru. PC IMM Maros menilai kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan pergantian pejabat akademik, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk menyoroti dugaan persoalan tata kelola, etika kepemimpinan, hingga praktik nepotisme di lingkungan kampus.

Ketua Umum PC IMM Maros, Nur Khalis Hasnung, mengatakan organisasinya telah menghimpun berbagai informasi dan dokumen yang menurut mereka menunjukkan adanya dugaan penyimpangan dalam tata kelola Unmuh Barru.

“Ini bukan lagi sekadar dinamika internal kampus. Kami menilai persoalan ini telah menyentuh aspek etika organisasi dan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang seharusnya menjadi landasan pengelolaan perguruan tinggi Muhammadiyah,” ujar Nur Khalis.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah dugaan praktik nepotisme dalam struktur kepemimpinan kampus. PC IMM Maros menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan mengurangi objektivitas dalam pengambilan keputusan.

Organisasi tersebut juga menilai pemberhentian Rukaya perlu dikaji secara menyeluruh. Mereka menduga keputusan tersebut berkaitan dengan sikap kritis yang bersangkutan terhadap tata kelola kampus. Namun demikian, pihak kampus sebelumnya menyatakan pemberhentian tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan internal institusi.

Ketua Bidang Kader PC IMM Maros, Muh. Munawwir Wahab, menilai kepemimpinan yang melibatkan anggota keluarga dalam posisi strategis berpotensi mengurangi mekanisme pengawasan internal.

“Jika benar terdapat hubungan keluarga dalam satu garis komando kepemimpinan, tentu hal itu perlu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi objektivitas organisasi dan sistem checks and balances,” katanya.

Ia juga menyatakan bahwa kader IMM memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal penerapan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Di sisi lain, PC IMM Maros mengapresiasi langkah PWM Sulawesi Selatan yang telah membentuk Tim Audit Khusus untuk melakukan pemeriksaan terhadap aspek akademik, keuangan, maupun tata kelola di Unmuh Barru. Menurut mereka, pembentukan tim audit menunjukkan komitmen persyarikatan dalam menjaga integritas perguruan tinggi Muhammadiyah.

Meski demikian, IMM Maros berharap proses audit tidak berhenti pada pengumpulan data semata, tetapi segera menghasilkan keputusan yang jelas apabila ditemukan pelanggaran.

“Langkah PWM Sulsel membentuk tim audit patut diapresiasi. Namun proses ini harus bergerak cepat dan menghasilkan keputusan yang tegas apabila memang ditemukan pelanggaran. Jangan sampai audit hanya menjadi proses administratif yang berlarut-larut,” ujar Nur Khalis.

PC IMM Maros menyatakan akan terus mengawal proses audit tersebut. Mereka juga membuka kemungkinan melakukan konsolidasi bersama elemen Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) di Sulawesi Selatan sebagai bentuk pengawalan terhadap hasil pemeriksaan PWM Sulsel.

Menurut IMM Maros, penyelesaian persoalan di Unmuh Barru menjadi penting untuk menjaga tata kelola perguruan tinggi Muhammadiyah tetap berjalan sesuai prinsip profesionalisme, akuntabilitas, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Catatan redaksi: Naskah ini memuat tuduhan dan penilaian dari PC IMM Maros. Agar memenuhi prinsip keberimbangan jurnalistik, sebaiknya dilengkapi dengan tanggapan dari Rektor Unmuh Barru, Badan Pembina Harian (BPH), maupun PWM Sulawesi Selatan mengenai tuduhan tersebut sebelum dipublikasikan.

Facebook Comments Box