MataKita.co, Wajo — Sejarah dan warisan budaya lokal yang selama ini hidup dalam ingatan masyarakat Desa Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, kini dihimpun dalam sebuah buku. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menyusun buku Tosora Bercerita sebagai upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Buku tersebut diserahkan mahasiswa KKN-T Unhas kepada Pemerintah Desa Tosora pada Selasa (11/8/2026). Penyerahan menjadi bagian dari rangkaian program mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di desa tersebut.
Mahasiswa KKN-T Unhas, Aulia Samad, mengatakan buku tersebut berangkat dari upaya menggali sejarah lisan dan warisan budaya yang dimiliki masyarakat setempat. Proses penyusunannya dilakukan dengan mewawancarai tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang memiliki pengetahuan mengenai perjalanan sejarah dan kebudayaan Tosora.
“Banyak cerita, pengetahuan, dan warisan budaya Tosora yang selama ini hidup melalui penuturan masyarakat. Karena itu, kami berupaya menghimpunnya dalam bentuk buku agar pengetahuan tersebut terdokumentasi dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya,” kata Aulia.
Menurut dia, buku Tosora Bercerita memuat beragam informasi mengenai sejarah dan warisan budaya desa, mulai dari cerita masyarakat, tokoh lokal, situs bersejarah, hingga peninggalan budaya yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Tosora.
Aulia menjelaskan, dokumentasi tertulis menjadi penting karena pengetahuan mengenai sejarah lokal selama ini banyak diwariskan secara lisan. Perubahan zaman dan pergantian generasi berpotensi membuat sebagian pengetahuan tersebut semakin sulit ditelusuri apabila tidak didokumentasikan.
“Harapannya, buku ini tidak berhenti sebagai luaran program KKN. Kami ingin Tosora Bercerita menjadi arsip desa yang bisa dimanfaatkan pemerintah desa, masyarakat, pelajar, maupun siapa saja yang ingin mengenal sejarah dan budaya Tosora,” ujarnya.
Buku tersebut selanjutnya diserahkan kepada perwakilan Pemerintah Desa Tosora untuk menjadi bagian dari arsip desa. Kehadirannya diharapkan dapat melengkapi sumber informasi mengenai sejarah dan kebudayaan setempat.
Aulia menambahkan, penyusunan Tosora Bercerita sekaligus menjadi cara mahasiswa KKN-T Unhas untuk mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga identitas lokal melalui dokumentasi.
“Melestarikan warisan budaya bukan hanya menjaga situs atau peninggalan fisik, tetapi juga memastikan cerita dan pengetahuan masyarakat tetap hidup. Kami berharap buku ini menjadi salah satu jejak yang dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,” tutur Aulia.







































