Matakita.co, Makassar — Kegiatan akademik Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 di Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan Komando Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Ballroom Teater Menara Pinisi UNM, Makassar, Selasa (18/8/2026).
Komando Perkuliahan kali ini sekaligus menjadi momentum pembenahan sistem akademik UNM. Sejumlah perubahan mulai dijalankan, dari penerimaan mahasiswa dan PKKMB terintegrasi, program fast track, Sistem Informasi Akademik (SIA) baru, hingga sistem peringatan dini bagi mahasiswa yang mendekati batas masa studi.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNM, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., menjadi figur yang mengawal sejumlah perubahan tersebut. Di hadapan pimpinan universitas, fakultas, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan, ia menekankan perlunya membangun sistem akademik yang lebih tertib dan terintegrasi.
Bagi Prof Aslinda, Komando Perkuliahan bukan sekadar penanda dimulainya semester baru. Kegiatan itu menjadi forum untuk melihat kembali berbagai persoalan pada semester sebelumnya sekaligus menentukan langkah perbaikan.
“Komando Perkuliahan ini bukan hanya sebagai tanda dimulainya perkuliahan, tetapi juga menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan semester sebelumnya dan menetapkan langkah perbaikan pada semester ini,” kata Prof Aslinda.
“Apa yang masih menjadi kendala pada semester lalu harus kita perbaiki agar tidak terulang kembali,” lanjutnya.
Perbaikan itu mulai terlihat dari pengelolaan mahasiswa baru.
Tahun ini, UNM menerima 12.160 mahasiswa baru pada seluruh jenjang, mulai sarjana, sarjana terapan, pascasarjana, hingga program fast track. Sebanyak 10.054 orang atau sekitar 82,9 persen di antaranya merupakan mahasiswa jenjang sarjana.
Untuk pertama kalinya, PKKMB juga dilaksanakan secara terintegrasi untuk seluruh jenjang pendidikan, termasuk program fast track.
Sebelumnya, penerimaan mahasiswa dan PKKMB pada sejumlah jenjang masih berjalan terpisah. Kini, proses tersebut diintegrasikan dalam satu sistem dan tata kelola.
“Integrasi ini kita lakukan agar proses akademik lebih tertib, efisien, mudah dimonitor, dan memberikan standar pelayanan yang sama kepada seluruh mahasiswa,” ujar Prof Aslinda.
Kenalkan Sistem Akademik Baru
Perbaikan berikutnya menyentuh sistem informasi akademik.
Dalam Komando Perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Prof Aslinda memperkenalkan Sistem Informasi Akademik (SIA) baru UNM.
Sistem tersebut disiapkan untuk mengintegrasikan berbagai proses akademik sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dan pengelola program studi.
Prof Aslinda berharap kehadiran SIA baru tidak berhenti pada pergantian aplikasi. Sistem tersebut harus menjadi instrumen untuk membenahi tata kelola akademik universitas.
“Sistem ini diharapkan menjadi bagian dari perbaikan tata kelola akademik UNM dengan sistem yang lebih terintegrasi dan mendukung pelayanan akademik secara lebih efektif,” katanya.
Pembenahan sistem juga menyentuh ketuntasan penginputan nilai.
Evaluasi Semester Genap 2025/2026 masih menemukan sejumlah persoalan, mulai keterlambatan penginputan nilai, dosen belum terdaftar pada mata kuliah, mahasiswa belum melakukan KRS, kesalahan input nilai, hingga nilai yang belum difinalisasi.
Bagi Prof Aslinda, persoalan tersebut tidak dapat dipandang sebagai urusan administrasi semata karena berdampak langsung terhadap mahasiswa dan sistem akademik universitas.
Ia meminta fakultas, jurusan, program studi, dan dosen memastikan nilai diinput tepat waktu, diperiksa kembali, kemudian difinalisasi sesuai jadwal.
Cegah Mahasiswa Kehabisan Masa Studi
Komando Perkuliahan juga menjadi ruang bagi Prof Aslinda untuk mengingatkan pentingnya sistem yang mampu mendeteksi mahasiswa bermasalah lebih awal.
Data akademik UNM mencatat sebanyak 1.202 mahasiswa angkatan 2020 perlu mendapat perhatian karena batas masa studinya berakhir pada Agustus 2027.
Mereka terdiri atas 1.058 mahasiswa sarjana, 78 mahasiswa doktor, dan 66 mahasiswa sarjana terapan.
Prof Aslinda meminta kondisi tersebut tidak baru ditangani ketika mahasiswa berada di penghujung masa studi.
UNM mendorong penerapan early warning system. Kondisi akademik mahasiswa akan dipetakan, mahasiswa dipanggil, dosen pembimbing dilibatkan, serta pendampingan dilakukan secara intensif oleh program studi dan fakultas.
“Tujuannya jelas, yaitu jangan sampai mahasiswa kita berhenti karena habis masa studi padahal masih dapat diselesaikan,” ujar Prof Aslinda.
Perhatian serupa diberikan kepada mahasiswa yang terkendala pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Dari 55.344 mahasiswa UNM angkatan 2020 hingga 2026, sebanyak 51.287 tercatat aktif dan 4.056 tidak aktif. Dari jumlah mahasiswa tidak aktif tersebut, 1.087 orang terkendala pembayaran UKT.
Prof Aslinda mendorong adanya kemungkinan perpanjangan pembayaran UKT atau mekanisme khusus agar mahasiswa yang masih memiliki peluang menyelesaikan studi dapat kembali aktif.
Kebijakan tersebut, kata dia, tetap harus memperhatikan ketentuan akademik yang berlaku.
Satu Agenda Perbaikan
Selain SIA baru, dalam Komando Perkuliahan tersebut UNM juga meluncurkan Modul Mata Kuliah Wajib Penciri Universitas (MKWPU).
Modul disusun secara berjenjang dengan mencakup rumpun kewirausahaan, literasi, inovasi dan transdisiplin sains, teknologi dan seni, serta pendidikan inklusi.
Prof Aslinda berharap keberadaan modul tersebut membuat pelaksanaan MKWPU lebih seragam, terarah, dan memiliki standar pembelajaran yang jelas di seluruh UNM.
Berbagai perubahan tersebut tidak berdiri sendiri.
Prof Aslinda menempatkan penerimaan mahasiswa baru terintegrasi, PKKMB seluruh jenjang, program fast track, SIA baru, integrasi data akademik, hingga pengembangan MKWPU dalam satu agenda besar, yakni perbaikan tata kelola akademik UNM.
“Semua ini kita lakukan dengan satu tujuan, yaitu membuat pelayanan akademik lebih terintegrasi, tertib, cepat, dan mudah dimonitor,” kata Prof Aslinda.
Menurutnya, keberhasilan transformasi tersebut pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan sistem baru.
“Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada komitmen kita semua untuk menggunakannya dengan disiplin,” tegasnya.








































