Beranda Kampus FAI UMGO Evaluasi AMI dan Rekonstruksi Visi-Misi, Perkuat Budaya Mutu

FAI UMGO Evaluasi AMI dan Rekonstruksi Visi-Misi, Perkuat Budaya Mutu

0
Pelaksanaan Rekonstruksi Visi, Misi, Tujuan Serta Evaluasi Audit Mutu Internal (AMI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gorontalo Tahun Akademik 2026-2027, berlangsung di Kampus II Gedung Darul Arqam Tower, Selasa 18 Agustus 2026.

MataKita.co, Gorontalo – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) terus mendorong penguatan tata kelola dan budaya mutu melalui Rekonstruksi Visi, Misi, Tujuan serta Evaluasi Audit Mutu Internal (AMI) Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung di Kampus II Gedung Darul Arqam Tower UMGO, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FAI UMGO untuk memastikan arah pengembangan fakultas tetap relevan dengan dinamika akademik, perkembangan program studi, serta tuntutan peningkatan mutu perguruan tinggi.

Dekan FAI UMGO, Dr. Irmawati Duko, mengatakan evaluasi dan rekonstruksi visi-misi merupakan agenda penting bagi pengelola fakultas untuk melihat kembali capaian yang telah dilakukan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

“Ini adalah kegiatan yang tentunya bagi kami pengelola FAI sangat penting. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi dari sisi pengelolaan dan meningkatkan budaya mutu fakultas,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan tata kelola tidak hanya diarahkan untuk memenuhi aspek administratif, tetapi juga memastikan visi dan misi FAI dapat diwujudkan dalam pelaksanaan program kerja serta memberikan dampak positif bagi program studi hingga tingkat universitas.

“Kami berharap visi dan misi FAI dapat tercapai dan memberikan dampak positif, mulai dari program studi sampai ke universitas. Terima kasih atas seluruh dukungan dari pihak universitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMGO Bidang Akademik, Dr. Muh. Firyal Akbar, menilai kegiatan tersebut merupakan langkah progresif FAI dalam menyesuaikan arah pengembangan fakultas dengan perkembangan kelembagaan.

Ia menjelaskan, bertambahnya program studi di lingkungan FAI menjadi salah satu pertimbangan penting dalam melakukan penyesuaian visi dan misi. Karena itu, keberadaan Program Studi Sastra Arab diharapkan dapat terakomodasi dalam rumusan arah pengembangan fakultas.

“Ini langkah progresif karena FAI melihat ada yang harus disesuaikan seiring dengan bertambahnya program studi. Saya berharap ada poin-poin yang bisa memasukkan Program Studi Sastra Arab dalam tema besar visi dan misi,” jelas Firyal.

Lebih lanjut, ia mengatakan momentum rekonstruksi visi dan misi juga menjadi kesempatan untuk memastikan keselarasan antara arah pengembangan FAI dengan visi dan misi UMGO secara keseluruhan.

Firyal turut mendorong FAI agar penguatan mutu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Menurutnya, budaya mutu perlu dibangun melalui sistem yang terintegrasi sehingga proses evaluasi dan perbaikan dapat menjadi bagian dari tata kelola sehari-hari.

“Saya mendorong FAI bisa membangun mutu berbasis sistem seperti yang dilakukan di Fakultas Kedokteran UMGO,” katanya.

Melalui evaluasi AMI dan rekonstruksi visi, misi, serta tujuan, FAI UMGO diharapkan mampu memperkuat fondasi tata kelola sekaligus menyusun arah pengembangan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan akademik dan perkembangan program studi.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen FAI UMGO untuk membangun budaya mutu yang konsisten dan berkelanjutan dalam mendukung UMGO menuju tata kelola perguruan tinggi yang semakin berkualitas.

Facebook Comments Box