Beranda Kampus Kuliah Umum di Unhas, Wakil Dubes Belanda Soroti Tantangan Diplomasi Modern

Kuliah Umum di Unhas, Wakil Dubes Belanda Soroti Tantangan Diplomasi Modern

0

MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia membahas penguatan kerja sama multilateral di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Isu tersebut menjadi pembahasan dalam kuliah umum bertajuk “Indonesia, the Netherlands and the EU: Stable, Reliable and Predictable Partnerships in Turbulent Times” di Arsjad Rasjid Lecture Theater Unhas, Makassar, Rabu (19/8/2026).

Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, Palm menyoroti perubahan pola diplomasi internasional hingga pentingnya memperkuat kembali sistem multilateral di tengah perubahan tatanan global.

Palm mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan media sosial telah mengubah praktik diplomasi. Diplomasi yang sebelumnya lebih banyak berlangsung di ruang tertutup kini semakin terbuka dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.

“Dahulu diplomasi banyak dilakukan di ruang tertutup. Saat ini, diplomasi berada di ruang publik yang menuntut respons cepat. Namun, kita harus berhati-hati agar pragmatisme tidak mengorbankan penegakan aturan hukum internasional,” kata Palm.

Menurut dia, perubahan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi hubungan internasional. Negara-negara dituntut mampu merespons perkembangan secara cepat, tetapi tetap menjaga prinsip dan aturan yang menjadi fondasi kerja sama internasional.

Palm juga menekankan perlunya revitalisasi sistem multilateral agar mampu menjembatani perbedaan kepentingan antarnegara.

Menurut dia, kerja sama internasional dapat diperkuat secara bertahap melalui dialog serta membangun kolaborasi pada bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama.

“Kunci menghadapi tantangan ini merupakan upaya membangun jembatan dialog antara belahan dunia Utara dan Selatan serta Barat dan Timur. Kita perlu memperkuat kerja sama pada bidang-bidang kepentingan bersama secara konsisten,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Informasi dan Pemantauan Unhas, Rakhmat Nurul Prima Nugraha, mengatakan berbagai tantangan global dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan adaptif.

“Dunia telah melalui berbagai tantangan eksternal yang kompleks, mulai dari pandemi Covid-19 pada tahun 2020 hingga dinamika geopolitik terkini. Melalui forum ini, kita berharap dapat mendiskusikan peluang kolaborasi yang kuat dan adaptif,” kata Rakhmat.

Ia mengatakan, pemahaman mengenai dinamika global penting bagi sivitas akademika, tidak hanya untuk memperluas wawasan internasional, tetapi juga meningkatkan kesiapan dalam menghadapi perubahan dan berbagai tantangan pada masa mendatang.

Kuliah umum berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara Palm dan sivitas akademika Unhas.

Melalui forum tersebut, Unhas juga mendorong penguatan wawasan mengenai perkembangan geopolitik dan diplomasi internasional sekaligus membuka ruang bagi pengembangan jejaring serta kerja sama dengan mitra internasional.

Facebook Comments Box