Beranda Kampus Visitasi PPK Ormawa BKMF Sinapsis, UNM Evaluasi Dampak Program di Beroanging

Visitasi PPK Ormawa BKMF Sinapsis, UNM Evaluasi Dampak Program di Beroanging

0

MataKita.co, Jeneponto — Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menjalani visitasi lapangan di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Selasa (1/9/2026).

Visitasi tersebut merupakan bagian dari penilaian internal UNM untuk meninjau pelaksanaan, capaian, dan dampak program yang dijalankan mahasiswa bersama masyarakat Desa Beroanging.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIKK UNM Prof. Dr. Irvan, M.Kes., dosen pendamping Hezron Alhim Dos Santos, S.Pd., M.Pd., serta tim penilai internal UNM.

Anggota DPRD Kabupaten Jeneponto dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Nur Ibnu, S.E., juga hadir dan mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswa.

Dalam visitasi tersebut, tim penilai meninjau Baruga SIPAKATAU yang menjadi pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Penilaian juga mencakup keterlibatan kader, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan inovasi yang telah dijalankan.

Dosen pendamping PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM, Hezron, mengatakan visitasi menjadi kesempatan bagi tim untuk menunjukkan proses pelaksanaan program, bukan hanya hasil akhirnya.

“Pada kesempatan ini, kami menjelaskan kegiatan yang telah dilaksanakan, proses pendampingan masyarakat, keterlibatan kader, serta inovasi yang dikembangkan. Jadi, yang ditampilkan bukan hanya hasil akhir, tetapi juga proses mahasiswa bersama masyarakat membangun program tersebut,” ujarnya.

Menurut Hezron, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar inovasi yang dikembangkan dapat terus dimanfaatkan setelah program mahasiswa berakhir.

“Sejak awal, program ini dirancang berdasarkan kebutuhan dan permasalahan di Desa Beroanging. Kami berharap program tersebut terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat, kader, maupun pemerintah desa,” katanya.

Wakil Dekan III FIKK UNM, Irvan, menjelaskan visitasi dilakukan untuk memastikan rencana program telah direalisasikan sekaligus melihat manfaatnya bagi masyarakat.

“Kami ingin melihat apakah program yang direncanakan benar-benar terlaksana, bagaimana keterlibatan masyarakat, inovasi yang dihasilkan, serta sejauh mana program tersebut memberikan manfaat,” tuturnya.

Ia menilai PPK Ormawa tidak hanya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus. Program tersebut juga membuka ruang kolaborasi dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya hadir membawa program, tetapi berusaha membangun kolaborasi dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Ini menjadi pengalaman bagi mahasiswa sekaligus kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat,” kata Irvan.

Apresiasi juga disampaikan Nur Ibnu. Ia menilai program PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Beroanging.

“Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian ialah Silaras atau Sistem Lapor Respons Sampah. Sistem tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat melaporkan dan merespons persoalan sampah di lingkungan desa.

Menurut Nur Ibnu, Silaras menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan masyarakat dan mengubahnya menjadi inovasi yang dapat digunakan secara langsung.

“Kami berharap inovasi yang sudah dibuat tidak berhenti setelah program mahasiswa selesai. Pemerintah desa, kader, dan masyarakat perlu bersama-sama melanjutkannya,” katanya.

Selain Silaras, tim mengembangkan Aplikasi SIPAKATAU atau Sistem Kesehatan Terpadu untuk mendukung pencatatan, pemantauan, dan pengelolaan informasi kesehatan masyarakat secara terintegrasi.

Melalui Baruga SIPAKATAU, mahasiswa menjalankan program pada lima bidang, yakni kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, kesehatan lansia, kesehatan lingkungan dan sanitasi, serta pemanfaatan pangan lokal bergizi. Program pada setiap bidang dirancang berdasarkan persoalan dan potensi Desa Beroanging.

Kolaborasi mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga diharapkan menjaga keberlanjutan program. Dengan demikian, inovasi yang telah dikembangkan tidak berhenti ketika masa pelaksanaan PPK Ormawa berakhir.

Facebook Comments Box