MataKita.co, Makassar — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong penguatan peran perempuan dalam menjaga persatuan dan merawat keberagaman budaya Indonesia. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam pertemuan bulanan DWP Unhas yang berlangsung di Aula Mattulada, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unhas, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan yang dikemas melalui kegiatan arisan dan silaturahmi ini menjadi wadah mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai kontribusi perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Ketua DWP FIB Unhas, Ny. Andi Fahrani A. Akhmar, mengatakan kegiatan rutin tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kekompakan dan memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kampus.
“Momen ini mempererat silaturahmi di antara istri dosen dan pegawai. Terima kasih atas kekompakan dan partisipasi seluruh anggota sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Ketua DWP Unhas, Ny. Hartati Tamti Jamaluddin Jompa, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, tema yang diangkat sejalan dengan peran FIB Unhas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian kebudayaan.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menanamkan nilai persatuan, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan, terutama melalui lingkungan keluarga.
“Semangat persatuan dalam keberagaman perlu terus kita rawat dan ajarkan kepada keluarga dan masyarakat sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Dekan FIB Unhas sekaligus Pembina DWP FIB, Prof. Andi Muhammad Akhmar, menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai budaya dan membentuk karakter generasi penerus.
Menurut dia, perempuan tidak hanya berperan dalam lingkungan keluarga, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam memperkuat integritas dan kehidupan sosial masyarakat.
“DWP memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan potensi perempuan. Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat memperkuat peran perempuan sebagai teladan sekaligus penguat integritas,” ujarnya.
Perempuan dan Semangat Sumpah Pemuda
Pertemuan tersebut juga menghadirkan Kepala Pusat Kajian Pariwisata dan Kebudayaan LPPM Unhas, Dr. Ida Liana Tanjung, M.Hum., sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya bertajuk “Peran Perempuan dalam Merajut Keragaman Budaya melalui Semangat Sumpah Pemuda”, Ida membahas kontribusi perempuan dalam perjalanan sejarah bangsa serta perannya dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman etnis dan budaya.
Ia menjelaskan, perempuan Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam memperjuangkan kesetaraan dan memperluas peran sosialnya. Pada masa penjajahan, ruang gerak perempuan masih dibatasi oleh berbagai ketimpangan sosial.
Namun, perkembangan zaman membuka kesempatan yang semakin luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pendidikan, kebudayaan, dan pembangunan masyarakat.
“Keberagaman budaya Indonesia membutuhkan peran semua pihak, termasuk perempuan, untuk terus merawat persatuan dan membangun sikap saling menghargai,” kata Ida.
Menurut dia, semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan bangsa harus dibangun dengan tetap menghormati perbedaan identitas dan latar belakang budaya.
Perempuan dapat mengambil peran melalui pendidikan keluarga, pewarisan nilai budaya, serta pembentukan sikap toleransi dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan ini, DWP Unhas diharapkan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang pemberdayaan perempuan yang berkontribusi dalam menjaga keberagaman budaya dan memperkuat persatuan di lingkungan kampus maupun masyarakat.








































