MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperluas kawasan Car Free Day (CFD) sebagai bagian dari transformasi pengelolaan kegiatan yang telah berlangsung selama tiga tahun. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung terwujudnya kampus yang hijau dan sehat.
Transformasi tersebut ditandai dengan peresmian New CFD Unhas yang dirangkaikan dengan peringatan tiga tahun pelaksanaan CFD di halaman GOR JK Arenatorium, Kampus Unhas, Tamalanrea, Makassar, Minggu (1/11/2026).
Mengusung tema Green, Healthy and Halal, kegiatan ini menjadi momentum bagi Unhas untuk mengembangkan CFD sebagai ruang publik yang tidak hanya mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha Unhas, Prof. Amir Ilyas, mengatakan, perluasan kawasan CFD merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan yang semakin diminati masyarakat.
Menurut dia, penataan kawasan diperlukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung dan pelaku UMKM, sekaligus memastikan kegiatan CFD tidak mengganggu aktivitas lain di lingkungan kampus yang tetap berlangsung pada akhir pekan.
“Transformasi ini merupakan bagian dari upaya menjadikan CFD tidak sekadar sebagai kegiatan olahraga dan rekreasi, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan kawasan yang lebih luas, aktivitas ekonomi, interaksi sosial, dan kampanye gaya hidup sehat diharapkan dapat berkembang secara bersamaan,” ujar Amir.
Ia menambahkan, pengembangan CFD diharapkan dapat memperkuat kontribusi Unhas dalam menyediakan ruang publik yang inklusif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Berawal dari Kawasan Masjid Kampus
Ketua Pengurus Masjid Kampus Ikhtiar Unhas, Dr. Masyhur Syafiuddin, menjelaskan, CFD Unhas awalnya diselenggarakan di kawasan sekitar Masjid Kampus Ikhtiar, dekat Pintu 1 Unhas.
Pada tahap awal, kegiatan tersebut dikembangkan untuk memperluas fungsi sosial masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat, selain menjalankan fungsi utamanya sebagai tempat ibadah.
“Semangatnya adalah kita ingin memperluas peran masjid, selain sebagai tempat ibadah juga memberi dampak bagi masyarakat dalam aktivitas sosial. Dalam perkembangannya, CFD ini makin berkembang dan kini akan memasuki transformasi ke arah pengelolaan yang lebih profesional,” kata Masyhur.
Selama tiga tahun pelaksanaannya, CFD Unhas berkembang menjadi ruang pertemuan sivitas akademika, masyarakat umum, dan pelaku usaha. Selain dimanfaatkan untuk berolahraga, kawasan CFD juga menjadi tempat masyarakat berinteraksi dan pelaku UMKM memasarkan produknya.
Perkembangan tersebut mendorong perlunya penataan kawasan dan penguatan tata kelola agar manfaat kegiatan dapat dirasakan lebih luas.
Perkuat Konsep Kampus Hijau dan Sehat
Ketua Pelaksana CFD Unhas, Prof. Adi Maulana, mengatakan, perjalanan tiga tahun CFD menunjukkan perkembangan kegiatan yang awalnya berfokus pada penyediaan ruang bebas kendaraan bermotor menjadi ruang publik dengan beragam aktivitas sosial dan ekonomi.
Menurut dia, pengembangan CFD tetap mempertahankan tujuan awal untuk mendorong pengurangan emisi kendaraan bermotor dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat.
“Mengusung tema Green, Healthy and Halal, peringatan tiga tahun CFD Unhas sekaligus menegaskan pentingnya membangun ekosistem kampus yang mendukung keberlanjutan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi yang sesuai dengan prinsip halal,” ujar Adi.
Konsep tersebut diharapkan dapat memperkuat peran CFD dalam mendukung gaya hidup sehat, kepedulian lingkungan, serta pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Peringatan tiga tahun CFD Unhas turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, bersama sejumlah pejabat universitas, direktur, kepala pusat, serta pimpinan mitra Unhas.
Melalui peresmian New CFD, Unhas berupaya menjadikan kegiatan mingguan ini sebagai ruang publik yang lebih tertata, inklusif, dan produktif. Pengembangan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen universitas untuk menghadirkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi masyarakat.








































