Home Olahraga Arif Saleh: PSM, Juara di Hati Kami

Arif Saleh: PSM, Juara di Hati Kami

108
0

MataKita.co, Wajo – Calon anggota DPRD Wajo Dapil I Kecamatan Tempe nomor urut 7 dari Partai Nasdem, M.Arif Saleh, mengungkapkan kebanggaannya dengan capaian PSM Makassar.

Meski di musim ini, tim kebanggaan masyarakat Sulsel dipastikan gagal menyandang status juara di Liga I Gojek Traveloka, namun “Pasukan Ramang” tetap juara di hati pendukung dan suporter fanatiknya.

“PSM boleh finish sebagai runner up di musim ini, tapi PSM adalah juara di hati kami. Kami bangga dengan perjuangan para pemain PSM,” kata Arif Saleh sesaat setelah PSM dipastikan hanya bisa merebut posisi kedua di akhir kompetisi musim ini, Minggu (9/12/2018).

Menurut eks presenter live PSM di Fajar Radio (Fajar Group), kegagalan PSM merebut status juara memang sangat disayangkan. Apalagi PSM sempat beberapa pekan memimpin klasemen, sebelum diambil alih oleh Persija yang keluar sebagai juara di musim ini.

Kendati demikian, Arif yang sejak mahasiswa memang mencintai PSM, tetap bangga melihat semangat dan kerja keras para pemain dan official yang sudah berusaha semaksimal mungkin mengobati kerinduan suporter merebut status juara.

“Kita boleh gagal mengangkat piala musim ini. Tapi sekali lagi, kita tetap bangga dengan PSM. Kita mampu menunjukkan dan menjaga harga diri kita yang tidak menghalalkan segala cara merebut prestasi. Terima kasih PSM, kami bangga,” tambah Arif Saleh.

Soal maraknya indikasi skandal pengaturan skor di sepak bola tanah air, serta dugaan “settingan” agar Persija menyandang status juara tahun ini, Arif menyerahkan ke pecinta bola untuk menilai dan menyimpulkan sendiri.

“Kita tentu bisa menilai secara kasat mata indikasi itu selama ini. Bagaimana mungkin sepak bola kita bisa lebih maju, kalau skandal pengaturan skor benar adanya,” terang eks Juru Bicara Bupati Barru, Andi Idris Syukur ini.

Ia menaruh harapan, agar PSSI sebagai induk sepak bola di tanah air bisa berbenah dan mau mengevaluasi diri. Terutama tidak memberi ruang lagi ke “mafia” sepak bola yang merusak setiap proses. Sebab jika tidak, maka jangan bermimpi prestasi Indonesia di kancah international bisa meningkat.

Facebook Comments