Home Berdikari Ekonomi 11 Resolusi komprensi zakat internasional pada Word Zakat Forum di Melaka Malaysia.

11 Resolusi komprensi zakat internasional pada Word Zakat Forum di Melaka Malaysia.

300
0
SHARE

MataKita.co, Enrekang – Keikutsertaan BAZNAS Enrekang dalam kegiatan word zakat forum sangat berarti bagi peserta. Betapa tidak,  Bupati Enrekang sebagai ikon kepala daerah dalam kebangkitan zakat di infonesia. Masih banyak kepala daerah takut membuat kebijakan tentang optimalisasi pengelolaan zakat di daerah masing-masing.

Sebagai contoh Bupati Enrekang membuat kebijakan untuk seluruh PNS wajib bayar zakat dengan payrol system bekerja sama dengan  Bank  BPD Sulselbar. Ini di lakukan sebelum Pilkada, implikasi negatif terhadap politik pilkada tidak berpengaruh negatif. Terbukti H.Muslimin Bando tetap terpilih kembali periode ke dua.

Hadir dalam komprensi internasional  word zakat Forum( WZF), Ketua BAZNAS Enrekang, Mursyid Saleh Mallappa, wakil ketua Ilham Kadir dan Baharuddin dan menghasilkan 11 Resolusi komprensi zakat internasional pada Word Zakat Forum di Melaka Malaysia. baru- baru ini, Jum’at (14/12/2018).

Saat di Konfirmasi salah Satu Pimpinan Baznas Kabupaten Enrekang Baharuddin mengatakan bahwa ada 11 Resolusi Konfresnsi Zakat Internasional yang dihasilkan pada kegiatan World Zakat Forum adapun ke sebelas resolusi teraebut diantaranya adalah

1. Filosofi dan nilai-nilai inti dari zakat harus benar-benar diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan umat, 2. Zakat harus dianggap sebagai sumber keuangan pelengkap dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

3. Peran zakat dalam memerangi kemiskinan dan memajukan inklusi sosial harus dipromosikan, 4. WZF menyerukan kepada semua anggotanya untuk mengadopsi zakat sebagai instrumen kebijakan penting dalam pembangunan sosio-ekonomi di negara mereka masing-masing, 5. WZF mendesak seluruh anggota untuk mengadopsi Zakat Core Principles (ZCP) untuk meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Kemudian mengadopsi prinsip-prinsip Manajemen Risiko pada Lembaga Zakat (RMZI), dan mengadopsi prinsip-prinsip Good Amil Governance on Zakat Management (GAGZM).” Ungkap Baharuddi

Baca Juga  Lurah Berua Tertibkan Penjual Buah Musiman di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar

Lebih Lanjut Ia menambahkan bahwa yang ke 6. Seluruh anggota WZF wajib transparan dan bertanggung jawab dalam menerbitkan laporan mereka kepada publik, 7.Kerja sama dan jaringan yang lebih kuat di antara anggota WZF sangat dianjurkan, 8. Memperkuat kapasitas Organisasi Manajemen Zakat (OZM) di negara-negara minoritas Muslim sangat dianjurkan.

9. Para anggota WZF menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana alam di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah di Indonesia. Serta memberikan belas kasihan kepada para korban konflik sosial seperti Rohingya, Palestina dan komunitas serupa lainnya di dunia. Maka WZF menyerukan tindakan kolektif untuk memulihkan dan merehabilitasi orang-orang yang terkena dampak.

10. Konferensi menyerukan semua negara Muslim termasuk anggota OKI dan organisasi zakat di negara-negara minoritas Muslim untuk bergabung dengan WZF, 11. WZF menegaskan kembali kesediaannya untuk bekerja sama dengan negara-negara berkembang dalam memberantas kemiskinan melalui pembiayaan campuran zakat dan sumbangan dari negara-negara berkembang.Tutup Bahar. (Bang El)

Facebook Comments