Home Uncategorized SRV jadikan medium penyiaran dalam mempersatukan bangsa Indonesia

SRV jadikan medium penyiaran dalam mempersatukan bangsa Indonesia

97
0

Matakita.co (Banjarmasin) – Momentum Hari Penyiaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 1 April, KPI memberikan Penghargaan Penyiaran kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Masyarakat / Organisasi Peduli Penyiaran, serta Tokoh Peduli Penyiaran. Penghargaan ketiga diberikan kepada: Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Jaringan Radio Komunitas Indonesia, serta (Alm) Jusuf Ronodipuro.

Hari Penyiaran Nasional tanggal 1 April yang telah disahkan dalam Keputusan Presiden, beberapa hari yang lalu, dan perjuangan sebuah radio ketimuran pertama di Indonesia yang menginspirasi setiap insan penyiaran. Senin (1/4/2019).

Yuliandre selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjelaskan, Radio Solosche Vereeniging (SRV), menjadikan media penyiaran sebagai alat untuk menyatukan bangsa Indonesia sekaligus memperjuangkan kemerdekaannya.

Sejarah panjang SRV yang disampaikan melalui siaran, keberagaman dan kebhinekaan masyarakat dapat dikonsolidasikan menjadi harmoni yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “ungkapnya.

Jika mengingat dengan kondisi saat ini, maka dunia penyiaran dapat mengambil peran yang signifikan untuk merawat kebhinekaan bangsa, dengan menghadirkan konten siaran yang sehat, berkualitas dan juga dapat diandalkan.

Dalam Mengingat Harsiarnas ke-86 yang membawa semangat, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis mengajak setiap anak bangsa untuk meminta keutuhan negara dengan menerbitkan informasi yang akurat, berimbang, jujur ​​dan bertanggung jawab.

“Hari Penyiaran Nasional ini harus dimaknai dengan semangat positif demi memberikan tatanan yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui dunia penyiaran,” katanya.

Konten siaran yang baik untuk masyarakat, dalam kesempatan yang diterjemahkan Harsiarnas juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait Riset Indeks Program KUalitas Siaran Televisi bersama 12 perguruan tinggi yang ada di 12 kota besar di Indonesia.

Yuliandre berharap, hasil penelitian dari kerja sama KPI dengan kalangan akademisi ini dapat menghasilkan informasi berkualitas untuk diterima masyarakat melalui frekuensi masyarakat, baik televisi dan radio. Penandatanganan Nota Kesepahaman juga akan dilakukan KPI dengan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) dalam bentuk Kerja Sama Melakukan Aksi Bela Negara di Masyarakat Melalui Lembaga Penyiaran.

KPI sangat menantang, masyarakat Indonesia membutuhkan tayangan yang mendidik serta informasi berkualitas yang dapat meminta mereka ke arah yang lebih baik. Karenanya televisi dan radio harus mampu menghadirkan siaran yang menginspirasi, menggugah kreativitas serta mendorong anak bangsa dengan konten siaran berkualitas dan juga mempersatukan segenap elemen anak bangsa.

Facebook Comments