Home Berdikari Opini: Belajar dari UIN Raden Intan Lampung, Oleh : Haidir Fitra Siagian

Opini: Belajar dari UIN Raden Intan Lampung, Oleh : Haidir Fitra Siagian

0
Advertisement

 

MataKita.co, Opini – Selama tiga hari kami mendapat kehormatan mengikuti forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi PTKIN se Indonesia di Bandar Lampung. Forum ini juga melibatkan ketua dan sekretaris jurusan dalam lingkup fakultas dakwah.

Selain itu, acara pun dirangkaikan dengan seminar nasional tentang “Media Sosial dan Perkembangan Teknologi Komunikasi” dengan tiga pembicara utama. Ketiganya adalah Prof. Dedy Mulyana dari Unpad Bandung, Prof. Andi Faisal Bakti dari UIN Syahid Jakarta, serta Prof. Syahrial, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung.

Setelah seminar, kami para ketua jurusan dan sekretaris jurusan dari berbagai perguruan tinggi mengikuti FGD, sesuai dengan jurusan masing-masing. Membincang berbagai hal terkait dengan isu-isu aktual terkait program studi dan tukar informasi antar perguruan tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno bersama dengan seluruh peserta forum.

Tiga hari berada di Lampung, tentu ada banyak hal yang kita ketahui. Mulai dari persoalan akademik dan sebagainya. Dalam kesempatan ini, paling tidak ada empat hal yang ingin saya bagikan sehingga menjadi pelajaran bagi kita.

Pertama, kita merasakan sambutan luar biasa dan tulus dari panitia pelaksana atau tuan rumah yakni UIN Raden Intan Lampung. Mulai dari penjemputan di bandara sampai mengantar kembali ke bandara. Termasuk pula dalam hal teknis acara, semua dijalankan secara profesional. Hampir tidakada hal yang kita rasakan yang kurang berkenan di hati. Semua berjalan dengan baik dan lancar.

Kedua, UIN Raden Intan Lampung belum lama beralih status yang sebelumnya adalah IAIN. Akan tetapi mereka sudah cukup maju. Salah satunya adalah dilihat dari kampusnya yang asri dan bersih. Bahkan dalam kampus, saya saksikan sendiri, tidak boleh merokok. Mulai dari staf, pejabat, dosen, mahasiswa dan satpam, juga tamu yang berkunjung, tidak boleh merokok. Dan ini dipatuhi oleh semua pihak.

Ketiga, menurut penjelasan Dekan Fakultas Dakwah, universitas saat memiliki dana tabungan kurang lebih Rp 75 M. Dana ini adalah hasil usaha pihak universitas yang ditabung dan sewaktu-waktu dapat dipakai jika diperlukan untuk kepentingan universitas. Maka ketika Rektor meminta agar panitia membawa seluruh peserta jalan-jalan, langsung dipenuhi, termasuk memberikan hadiah selendang khas Lampung masing-masing satu helai setiap peserta.

Keempat, menurut Pak Rektor dalam sambutannya saat pembukaan acara, mereka dalam dua tahun terakhir sedang membangun sebuah masjid dalam kampus. Saya sudah lihat, memang agak besar dan mewah. Dianggarkan sebesar Rp 50 M. Sekarang pembangunan sedang berjalan dengan dana yang terpakai sudah mencapai Rp 40 M. Kesemua dana masjid ini adalah usaha mereka sendiri, sama sekali tidak menggunakan dana yang bersumber dari APBN.

Demikian beberapa hal yang dapat saya bagikan. Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Wassalam

Haidir Fitra Siagian
Bandara internasional Radin Inten Lampung, 26.04.2019

Facebook Comments
ADVERTISEMENT