Home Literasi Opini: Apa Kabar Pendidikan Indonesia 2019 Oleh: Muabbir (Ketua Korkom IMM UNHAS)

Opini: Apa Kabar Pendidikan Indonesia 2019 Oleh: Muabbir (Ketua Korkom IMM UNHAS)

517
0

Opini: Apa Kabar Pendidikan Indonesia 2019
Oleh: Muabbir (Ketua Korkom IMM UNHAS)

MataKita.co, Opini – 2 Mei Adalah Hari Bersejarah Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia Khususnya Di bidang pendidikan, “Apa Kabar Pendidikan Indonesia 2019” Bagian seorang filosof dan praktisi pendidikan, pendidikan bukanlah sesuatu yang rumit dan Baru. Pendidikan itu memberikan contoh yang baik, apalagi Di Tahun 2019 ini yang menumbuh kembangkan minat, hasrat dan kemauan anak didik untuk dapat kreatif dan berkarya, guna mengabdikan diri kepada cita-cita yang luhur dan mengikuti dari belakang dengan penuh perhatian dan penuh tanggung jawab.

Lalu apakah pendidikan kita hari ini dengan segala infrastruktur yang tersedia justru persoalan moralitas baik-baik saja??? Bahkan saya katakan menjadi semakin memprihatinkan dan buruk bahkan Kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap murid, maupun sebaliknya, murid terhadap guru, menjadi pemandangan keseharian hampir di berbagai daerah dan wilayah Di Indonesia khususnya Di media sosial, Demikian juga dengan fenomena tawuran atau perkelahian antar pelajar di berbagai daerah Hari ini yang seakan menjadi Makanan bagi pada anak didik/Mahasiswa. Peristiwa demi peristiwa memprihatinkan ini, semakin hari bukan semakin berkurang, namun semakin bertambah dan nyaris bahkan merenggut nyawa.

Padahal, jumlah sekolah Dan perguruan Tinggi/Universitas sejak jaman kemerdekaan, hingga kini jumlahnya jauh semakin banyak. semakin banyak sekolah dan perguruan Tinggi yang seharusnya mencerminkan semakin baiknya moralitas publik di Indonesia ini, justru yang terjadi sebaliknya.

hal ini terjadi karena pendidikan kita sudah tidak lagi berakar pada filosofi para pendidik bangsa ini. Ironisnya adalah justru filosofi pendidikan yang digagas para pendidik kita dipakai oleh negara lain, sehingga menjadi maju, sementara kita meninggalkan filosofi pendidik kita sendiri.

Pertama, Dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara, sebagaimana dijelaskan oleh Ki Muchammad Said Reksohadiprodjo, dalam bukunya Masalah-masalah Pendidikan Nasional, pendidikan secara garis besar harus bisa menerapkan tiga hal, yaitu pertama, Ing Ngarsa Sung Tuladha Ing ngarsa berarti di depan, atau orang yang lebih berpengalaman dan atau lebih berpengatahuan. Sedangkan tuladha berarti memberi contoh, memberi teladan. Jadi ing ngarsa sung tuladha mengandung makna, sebagai guru atau pendidik hendaknya mampu menjadi contoh yang baik atau dapat dijadikan sebagai “central figure”

Kedua, Ing Madya Mangun Karsa, Mangun karsa berarti membina kehendak, kemauan dan hasrat untuk mengabdikan diri kepada kepentingan umum, kepada cita-cita yang luhur. Sedangkan ing madya berarti di tengah-tengah, yang berarti dalam pergaulan dan hubungannya seharihari secara harmonis dan terbuka. Jadi ing madya mangun karsa mengandung makna bahwa pamong atau pendidik sebagai pemimpin hendaknya mampu menumbuhkembangkan minat, hasrat dan kemauan anak didik untuk dapat kreatif dan berkarya, guna mengabdikan diri kepada cita-cita yang luhur dan ideal.

Ketiga, Tutwuri Handayani, Tutwuri berarti mengikuti dari belakang dengan penuh perhatian dan penuh tanggung jawab berdasarkan cinta dan kasih sayang yang bebas dari pamrih dan jauh dari sifat authoritative, possessive, protective dan permissive yang sewenang-wenang. Sedangkan handayani berarti memberi kebebasan, kesempatan dengan perhatian dan bimbingan yang memungkinkan Mahasiswa atas inisiatif sendiri dan pengalaman sendiri, supaya mereka berkembang menurut garis kodrat pribadinya.

Lalu Siapakah yang akan bertanggung jawab atas mirisnya Dunia Pendidikan Indonesia sekarang ini?? Yang seolah-olah jadi tontonan Dan Boneka Oleh Pihak tertentu yang tidak tahu diri itu.

Dari pemaparan di atas terjadi sebuah ironi yang sangat mencolok. Negara maju dengan peringkat pendidikan yang pertama di dunia menggunakan filosofi Bapak Pendidikan Indonesia yang telah diungkapkannya berpuluh tahun yang lalu. Sementara kita bangsa Indonesia, sebagian mungkin sudah tidak tahu lagi siapa Bapak Pendidikan Indonesia, apalagi mempelajari dan mengkaji pemikiran-pemikirannya yang sangat dalam.

Tak berlebihan kalau kita pada hari ini melihat situasi dan kondisi pendidikan kita, kita harus mengembalikan filosofi pendidikan kita sebagaimana yang telah digariskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia itu sendiri yaitu Bapak Ki Hadjar Dewantara.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2019
Semoga tulisan ini dapat bermaanfaat dan menjadi Refleksi kita dalam Gambaran pendidikan Di Indonesia Sekarang.

#Muabbir

Facebook Comments