Home Berdikari Ekonomi Pedagang Ta’jil Resah, Pemerintah Pindahkan lokasi Lapak, Mucksin Brekat : Pemerintah Harus...

Pedagang Ta’jil Resah, Pemerintah Pindahkan lokasi Lapak, Mucksin Brekat : Pemerintah Harus Pandai Merasa

0

Matakita.co (Gorontalo) – Sejumlah pedagang ta’jil yang berada di emperan jalan protes terkait pemindahan tempat penjualan mereka ke Taman Kota Gorontalo, Senin (6/5/2019).

Salah satunya, Fatma Utina selaku pedagang ta’jil mengatakan, dirinya tidak akan berjualan lagi ketika tempatnya di pindahkan lebih jauh dari rumahnya.

“Kami sangat mengharapkan untuk Pemerintah agar tidak memindahkan lapak kami ditempat yang lebih jauh, apalagi tempat ini pun sangat strategis bagi kami para pedagang kecil, toh kita usai jualan tempat tersebut kita bersihkan lagi, hingga tak ada sampah yang tersisah”. Tuturnya penuh harapan.

Fatma pun menerangkan, para pedagang yang berjualan di emperan UNG ini ialah pedagang di tahun-tahun kemarin pada bulan ramadhan.

Suasana Jajanan Ta’jil

“Kami heran kenapa nanti tahun ini mau dipindahkan, dipindahkan pun tidak ada sosialisasi sebelumnya langsung secara tiba-tiba, tadi saja kami kaget, tiba-tiba meja jualan kami sudah dipindahkan di taman kota, hingga kaki meja jualanpun patah akibat pemindahan itu, mereka seenaknya saja, mereka tidak tahu meja itu sulit dibuat dan tidak sembarangan.” Tuturnya

Mucksin Brekat selaku anggota DPRD Kota Gorontalo Fraksi Demokrat menanggapi hal tersebut, Pemerintah dalam melakukan penertiban seharusnya pintar-pintar merasa, melihat momen bulan suci ramadhan untuk wilayah kota gorontalo, ialah momen yang sakral dan dipenuhi dengan peringatan bersifat agamais.

Lanjutnya, Selama mereka pedagang tidak melanggar norma-norma agama seharusnya kita harus pintar-pintar mlakukan tindakan, jangan sampai momen yang penuh dengan silaturahmi akan jadi momen perpecahan bagi kita sesama umat islam, apalagi momen puasa ini ialah momen yang sangat di rindukan oleh seluruh umat muslim di gorontalo khususnya para masyarakat ekonomi rendah.

Tentunya para penjual ta’jil ini sangat mengharapkan sebuah tempat, khusus untuk kota gorontalo, yang dijadikan sebagai tempat jualan itu ialah dipinggiran jalan, yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, kompleks pemukiman ataupun kos-kosan bagi mahasiswa.

” okelah untuk pemerintah tadi telah turun kelapangan bersama satpol PP dalam menertibkan para penjual ta’jil, menurut saya tidak harus dengan tindak-tindak kekerasan yang sampai merugikan masyatakat, jangan dengan dalil penertiban tapi melakukan kekerasan, hingga ada pengrusakan-pengrusakan, para pedagang ini kita tahu ialah masyarakat berpenghasilan rendah, kalau mereka berpenghasilan yang bagus tentunya tidak mereka tidak akan melakukan kegiatan seperti ini.”. Tegasnya.

Mucksin menuturkan, Penertiban bisa, yang penting berjalan dengan baik, untuk pemerintaah seharusnya memheritahukan ke masyarakat, untuk memasuki bulan puasa kita akan membuka satu lahan sebagai prioritas penjualan, ini kan bagus, tapi sejauh ini tidak ada sosialisasi ke masyarakat. Dan kalau mau tertibkan berarti seluruh pedagang ta’jil harus dipindahkan jangan hanya melihat secara subjektif saja.

” tidak ada satu landasan aturan yang menerangkan bahwa, titik perpindahan A ke B berdasarkan aturan, ini kan hanya alternatif saja, dan taman kota kan bukan tempat untuk kebutuhan pedagang-pedagang dadakan di bulan puasa seperti ini, berikan saja pemahaman terhadap pedagang untuk tertib dan bersih, musuh pemerintah ialah sampah bukan masyarakat” Tutup Mucksin brekat.

Facebook Comments