Home Berita Merasa di Rugikan, Pedagang Minta Bupati Realisasikan Janjinya

Merasa di Rugikan, Pedagang Minta Bupati Realisasikan Janjinya

0

Matakita.co (Gorontalo) – Kelompok pedagang pasar senggol, menagih Janji Pemerintah Kabupaten Gorontalo terkait penempatan dua pasar senggol yang bertempat di kecamatan Telaga Kompleks 23 Januari dan di Desa Bulila Kecamatan telaga yang telah di setujui. Senin (27/5/2019)

Yuli (60) warga asal Desa Luwoo Kecamatan Telaga jaya, selaku kepala pedagang mengatakan, .pelaksanaan Pasar Senggol di Kecamatan Telaga selama ini dilaksanakan di kompleks Gelanggang 23 Januari Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Namun berbeda dengan tahun ini, pasar senggol di tempatkan pada dua lokasi .

Yuli menambahkan, Pemkab Gorontalo dalam hal ini Bupati menyampaikan kepada pedagang, sudah di lanjutkan saja dan pihaknya akan ACC (merekomendasikan) pasar senggol dengan dua tempat yang berbeda dan kedua-duanya akan diberi ijin

Awalnya, kesepakatan sesuai hasil rapat lokasi pasar senggol telah disetujui berada di dua lokasi seperti di Desa Hulawa kompleks Gelanggang 23 Januari dan di Desa Bulila kompleks Terminal baru Kecamatan Telaga.

Tiba-tiba Pemkab Gorontalo mengambil kebijakan, bahwasanya, Pasar senggol akan dipindahkan di Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

Yuli menambahkan, mana janji Bupati, pihaknya pun mengakui tengah mengikuti rapat, dua lokasi akan disetujui.
” kalaupun keputusannya hanya satu lokasi di ketuk untuk dijadikan senggol, yah kami akan tetap membuka senggol di Desa Hulawa kompleks Gelanggang 23 Januari.” tuturnya.

Lanjutnya, Sudah delapan tahun pihaknya selalu menggelar pasar senggol di  Gelanggang 23 Januari, sehingga jika Pemkab Gorontalo akan memindahkan lokasi tersebut, pihaknya akan tetap berjualan dan membuka pasar senggol
Ini kemauan pedagang bukan panitia.

” kami sudah membayar tenda dan lampu. Jadi tetap kita akan melakukan senggol di tempat biasanya, kalau terjadi apa-apa saya yang bertanggung jawab” tegas yuli.

Ia pun mengatakan, pihaknya akan tetap memegang janji yang disampaikan Bupati, dimana akan meng-acc kedua tempat tersebut. Camat sudah meng-Acc, Kepala Desa juga sudah.

” kami ini punya banyak hutang, dan barangnya kita sudah di edar, kalau tidak di buka dua tempat lantas bagaiamana cara membayarnya, saya yakin bupati akan acc hanya saja saya yakin ada orang luar yang memengaruhinya”

Dilokasi yang sama salah satu pedangang, Yusuf sumayo mengatakan, Untuk Pemerintah Provinsi Gorontalo, kiranya bisa mengambil alih senggol ini, untuk mencegah rusuh sehingga kedepannya para pedagang aman-aman saja.

Ato selaku panitia pasar senggol Desa Hulawa mengatakan, Selama delapan tahun senggol aman- aman saja dan di setujui, nanti tahun ini baru tidak ada persetujuan.

” kami antar permohonan, mereka bilang sudah tetlambat. Karena sudah ada pemohon lain yang memasukan dan diberikan ijin, sudah delapan tahun kami menggelar pasar senggol ini di desa hulawa gelanggang 23 januari” tururnya.

Setidaknya pemohon baru juga harus konfirmasikan kepada kita sebagai panitia lama, supaya tidak ada saling miskomunikasi.

Dimana Hasil rapat kemarin usai sholat Jum’at, panitia dan para pedagang datang dan mengikuti rapat tersebut bersama bupati dan telah diketuk bahwasahnya senggol di buka dua lokasi dengan catatan bulila di mulai lebih awal pada malam minggu dan hulawa nanti malam kamis, supaya akan terjadi pembagian pedagang dan staf ahli bupati akan menandatangani disposisi senggol hulawa.

Rapat bersama para pedagang dan panitia

“kami sudah mendapatkan ijin dari bupati, tiba-tiba ketika kami follow up disposisi tersebut, katanya tidak ada disposisi hulawa yang ada hanya bulila” tuturnya dengan penuh kecewa.

Lanjutnya, Dikemanakan suara bupati yang tadinya sudah diketuk palu di depan para pedagang dan panitia bahwa akan ada dua lokasi senggol tetapi senggol yang diijinkan hanya satu lokasi.

“Mengingat bupati ijinkan desa hulawa, secara spontanitas para pedagang langsung memasang tenda, kalau begini jadinya kami selaku panitia dan para pedagang yang ada merasa dirugikan dan bupati tau tenda para pedagang itu sudah dibayar”. Tutupnya

Facebook Comments