Home Berita Menyoal Takbir Keliling, Fanly : Sebagai Tokoh David Bobihoe Harus jadi Penyejuk...

Menyoal Takbir Keliling, Fanly : Sebagai Tokoh David Bobihoe Harus jadi Penyejuk masyarakat

0

Matakita.co (Gorontalo) – Takbiran Keliling merupakan sebuah tradisi yang sangat melekat ditanah air Indonesia. Hal ini merupakan sebagai perwujudan rasa syukur, Umat Muslim setelah melewati puasa satu bulan penuh lamanya.

Tentunya, sebagian masyarakat Gorontalo turut serta melaksanakan kegiatan tersebut meskipun tidak semeriah dulu

Masyarakat Dungalio Kabupaten Gorontalo, turut serta melangsungkan takbir keliling yang dipelopori oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) karena, diyakini bahwa Tradisi tersebut masih sangat kental di kabupaten Gorontalo.

Namun hal tersebut terbantahkan dengan adanya pernyataan Menteri Agama Indonesia, Lukman Hakim, sejak dua tahun lalu, yang dilansir oleh suara.com.
Ia mengimbau, seharusnya takbiran dilakukan di masjid, musala, dan lapangan agar tidak menggangu ketertiban masyarakat umum.

Hal tersebut diteruskan Bupati Kabgor pada ketua DMI Gorontalo, mengimbau masyarakat agar tidak melaksanakan arak – arakan maupun takbiran keliling menggunakan alat transportasi. Menurut Nelson, imbauan ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan.

Fanly katili selaku Pendiri LSM Insan Reformasi Prov.Gorontalo menilai takbir keliling yang dilaksanakan masyarakat dungalio, pada Prinsipnya Baik dalam rangka menumbuh kembangkan kembali tradisi yg biasanya dilakukan.

” Akan tetapi yang sangat disayangkan adalah, ketika keluhan dan Kegundahan teman-teman Pemuda Dungaliyo dicurahkan kepada mantan Bupati David Bobihoe akibat dari tidak diresponnya rencana Takbir keliling tersebut sesuai harapan oleh Pemuda, justru Pernyataan yang keluar dari mantan orang nomor satu dikabupaten ini terindikasi bernada Politis.” Tuturnya.

“Dimana dalam beberapa pernyataan yg sempat dilontarkan oleh mantan bupati David Bobihoe disalah satu media, tidak lagi mengena pada Substansi permasalahan yang menjadi objek Curhatan atau Keluhan dari masyarakat Dungaliyo”. Tuturnya.

Lanjutnya, Harusnya Seorang Tokoh Mampu menjelaskan dengan sejuk dan Bijak kepada Publik tentang penyebab sehingga Kegiatan takbir keliling tersebut kurang mendapatkan respon oleh pihak pemkab dikarenakan ada Himbuan yang bersumber dari Kementrian agama.

Ditambahkan Ketua Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI) Fakultas Hukum,
Perlu diketahui bahwa, hal ini bukan semata mata Menjadi Larangan Pemda Kabgor. Namun memang ada Himbauan dari Pihak Kementrian Agama, Sehingga Perlu ditegaskan dan diluruskan bahwa Bukan Pemkab, apalagi Bupati yg melarang Kegiatan Takbir Keliling tersebut.

Ketua SPASI Fakultad Hukum Universitas Ichsan Gorontalo

Bupati meneruskan imbauan tersebut dengan mengingat Keselamatan Warga disamping menjaga Akses yg negatif bagi pengguna jalan, yang dikhawatirkan akan berpotensi mengganggu Aktivitas Lalu lintas.

“Seharusnya sebagai salah satu figur yang pernah ditokohkan oleh masyarakat, Pak David harusnya tidak kemudian Menjawab Kegundahan Masyarakat Dungaliyo dengan peryataan bahwa Hubungannya kini dgn Bupati Nelson Pomalingo memang lagi tidak harmonis. Saya meyakini bahwa bukan ini Keinginan utama yang ingin didengarkan oleh Masyarakat.” Tegas Ketua Spasi

Seorang tokoh harusnya jadi Figur Penyejuk, bukan justru sebaliknya. Meskipun David Menganggap bahwa dirinya sedang tidak harmonis hubungannya dengan Bupati, harusnya tidak perlu diumbar ke Publik. Jadi sekali lagi bukan jawaban itu yang diinginkan oleh Teman – teman Pemuda.

“Saya kira Publik Kabgor, Sudah sangat Cerdas Melihat Fonemena yang sebenarnya Kurang mendidik ini, namun saya kira Semua Kalangan berkeinginan bahwa ada semacam suasana kesejukan yang bisa diperlihatkan oleh figur-figur yg pernah ditokohkan masyarakat sekelas David Bobihoe. Toh pertarungan Politik Kepala daerah masih lama digelar, dan hari ini masyarakat sudah sangat cerdas Melihat dan Menilai mana Fitnah dan Realita. Jadi Saya berharap tdk ada satupun pihak manapun yang menanggapi permasalahan ini secara politis” Tegas fanly

Sekali lagi dengan tegas saya meminta untuk tidak menanggapi keluhan pemuda dgn hal-hal yang politis, karena keinginan teman – teman pemuda Dungaliyo adalah murni untuk menghidupkan tradisi umat Islam yang pernah ada di negeri ini dan telah berlangsung selama bertahun tahun.

“Semoga Suasana Lebaran Kali ini tidak dinodai oleh kepentingan politik semata. Sehingga momentum puasa yang baru saja berakhir bisa dipetik hikmahnya, bahwa harusnya Ramadhan kemaren dijadikan moment untuk kita semua mampu menahan diri dari sifat dengki dan Ketidak senangan yang berlebihan.”

Dirinya pun menyampaikan permohonan maaf kepada teman – teman Pemuda Dungaliyo, bahwa Keinginan untuk menyampaikan pernyataan ini bukan Semata tidak setuju dengan Takbir Keliling yang di laksanakan, hanya saja saya tidak ingin, keinginan yang sebenarnya baik ini diatanggapi oleh oknum-oknum yang malah justru memanfaatkan moment tersebut untuk kepentingan pribadinya. Tutup Fanly.

Facebook Comments