Home Berita Pertahanan Lahan Pertanian di Gorontalo Melemah

Pertahanan Lahan Pertanian di Gorontalo Melemah

0

Matakita.co (Gorontalo)  – Alih fungsi lahan pertanian kerap terus terjadi di Kota Gorontalo tahun demi tahun. Pertanian seperti sawah (ladang padi) kini terguras sedikit demi sedikit menjadi kawasan properti, industri dan perumahan seiring dengan pertumbuhan pembangunan di Gorontalo

Padahal sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) nomor 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkenlanjutan (LP2B).

Marten Taha mengatakan, Kota Gorontalo masi punya lahan pertanian yang cukup luas, saat ini eksisthing posisi lahan pertanian di kota gorontalo, berjumlah 852 hektare.

Lanjutnya, Lahan sawah itu masi produktif beririgasi tekhnis, artinya masi menghasilkan kurang lebih 11.000 ton pertahun, sedangkan kebutuhan kita sekitar 22.000 ton pertahun, jadi setengah dari kebutuhan di tanggung pemerintah kota gorontalo.

Ia meengakui, makin menyempitnya lahan persawahan, hal ini dikarenakan perkembangan investasi, pertumbuhan ekonomi dan perluasan daerah karena pertambahan jumlah penduduk.

“satu-satunya lahan yang dapat dialifungsikan itu hanyalah sawah yang ada sekarang. Sehingganya kami membuat revisi tentang tataruang wilayah.
Tapi rencana tataruang wilayah yang akan berlaku 2019 hingga 30 tahun yang akan datang kita sudah memprediksi akan ada proses alifungsi lahan tapi kami tetap mempertahankan LP2B ” tutur marten.

Lanjut Walikota, Lahan pertanian berkelanjutan ini tetap di pakai pada eksisthing 459 hektare, dan tidak bisa di ganggu gugat atau tidak bisa di apa – apakan dan menjadi kawasan LP2B. Itu lahan pertanian yang beririgasi tekhnis.

Sedangkan 187 hektare itu memang bukan lagi kawasan, tapi memang sebagai lahan pertanian pangan yang berkelanjutan, artinya tidak bisa di alifungsikan. Sehingganya jika melihat eksisting 852 yang saat ini kondisinya 843, jadi kurang lebih masi ada 400 hektare yang dapat di alifungsikan.

Marten Taha juga menambahkan, Pemerintah Provinsi butuh puluhan hektare tanah untuk pembangunan islamic center dan mesjid raya, yang juga pusatnya di lahan pertanian yang ada di dekat Universitas IAIN itu.

Serta ada juga perumahan-perumahan yang memohon, terbilang masi sangat dibutuhkan baik itu yang akan dibangun oleh pemerintah maupun swasta,

Kita berikan izin itu dengan kehati-hatian dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan lahan pertanian yang merupakan fungsi penyerapan air, sehingga bisa mengurangi banjir dan erosi yang ada di kota gorontalo”. Tuturnya. Senin (8/7/2019) Pukul 23.15 Wita. Usai acara pisah sambut Kejati Gorontalo

Ia mengakui pada perkembangan jaman sekarang yang merubah segalanya termasuk lahan yang semula dijadikan pertanian maka tergerus oleh pemukiman penduduk. Nah ini yang mengakibatkan kita kekurangan lahan pertanian.

Terkait dengan pembuatan perumahan, marten mengatakan, developer yang minta izin kita langsung arahkan ke kabupaten/kota Gorontalo, walupun memang mereka melihat pasar.

“Karena luas kota gorontalo hanya 79, 03 Kilometer Persegi, atau 7.900 hektare, dengan jumlah sawah berkisar 843. Sehingga lahan pertanian yang berubah fungsi, dimana hal itu ialah sebuah keniscayaan tapi tetap kita akan batasi tidak boleh kurang dari 459 hektare”. Tutupnya.

Facebook Comments