Home Berita Pengakuan Pelaku Pengeroyokan yang Salah Sasaran

Pengakuan Pelaku Pengeroyokan yang Salah Sasaran

0

Matakita.co (Gorontalo) – Ibrahim ali adalah adik dari seorang pelaku pembunuhan yang bernama Dongker, dari ke tujuh pelaku pembunuhan yang menewaskan satu orang, namun yang di bunuh merupakan orang yang tidak ada keterlibatan dalam pengroyokan alias salah sasaran.

Menurut cerita dari pelaku pembunuhan yang merupakan kakak dari Ibrahim Ali, pada awalnya Ibrahim Ali lewat di lokasi tersebut tepatnya di desa Mongolato Kecamatan Telaga dengan menggunakan Kendaraan bermotor dengan Kenalpot yang sangat berisik.

Hingga di jegat oleh orang-orang yang ada di sekitaran lokasi, sempat di gertak ingin di tampar menggunakan sendal, namun pada saat Ibrahim Ali berhenti mengendarai kendaraannya dirinya langsung di pukul oleh orang-orang yang berada di lokasi tersebut.

Dongker berniat hanya ingin menjemput adiknya, sesampainya di lokasi dongker melihat adiknya saat itu sedang di Keroyok.

Pada saat itu Dongker sempat melerai hingga bermohon kepada orang-orang yang tengah memukul adiknya, namun semua yang di lakukan si dongker tidak di indahkan oleh orang-orang yang melakukan pengroyokan.

Melihat hal tersebut Dongker langsung menarik dan mengantar adiknya yang tengah di keroyok, sakit hati dengan tindakan yang di lakukan oleh orang-orang yang melakukan pengroyokan terhadap adiknya, si Dongker langsung menelfon satu orang temannya.

Mendengar hal itu temannya Dongker mengajak teman-teman lainnya yang berjumlah 5 orang untuk menuju ke lokasi tempat adiknya di keroyok. Tibanya ketujuh pelaku dengan menggunakan 3 kendaraan roda dua ini langsung membabi buta orang-orang yang ada di situ hingga mendapati korban yang tengah asik bermain gawai.

Korban yang di keroyok belum di ketahui oleh Dongker, karena Dongker hanya berfokus mencari orang yang memukuli adiknya, sayangnya ke enam temannya Dongker telah menghabisi nyawa seseorang yang tidak bersalah.

“saya tidak sempat melihat orang yang telah di bunuh, karena saya sudah terluka di lempari sepotong besi, saya hanya mengejar pelaku yang memukul adik saya dan sempat saya kenali wajahnya.” Ujar Dongker. Di hadapan media saat di temui di ruang tahanan. Sabtu (17/08/2019).

Dongker mengaku bahwa barang-barang yang di bawa untuk membunuh merupakan senjata yang memang ada di markas mereka.

Facebook Comments