Home Berdikari Terus Gaungkan Program Tertib Berlalulintas, SatLantas Polres Enrekang Sosialisasi ke Sekolah

Terus Gaungkan Program Tertib Berlalulintas, SatLantas Polres Enrekang Sosialisasi ke Sekolah

0

MataKita.co, Enrekang – Pendidikan keselamatan berlalu lintas tak henti-hentinya digaungkan Oleh Satuan Polisi Lalulintas (polantas) di seluruh penjuru negeri. Hal tersebut dilakukan guna mengingatkan dan menanamkan budaya keselamatan berlalu lintas dalam tubuh masyarakat indonesia. Sehingga, tidak hanya angka kemacetan dan kecelakaan yang dapat ditekan, namun juga mampu menumbuhkan budaya disiplin dalam berlalu lintas.

Begitu juga apa yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Enrekang Berbagai upaya telah dilakukan, seperti kegiatan yang dilakukan olehh Personil Satuan Polisi Lalulintas Polres Enrekang yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Enrekang, Rabu (09/10/2019).

Kegiatan yang dilaksanakan adalah Sosialisasi Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Tata Cara berlalulintas serta akan dilaksanakannua OPS ZEBRA yang akan mengambil lokasi di Tiga (3) Sekolah, adapun tersebut diantaranya adalah SMPN 4 Maiwa yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Enrekang AKP. Abdul Azis, SH bersama dengan TIM, SMPN 1 Maiwa dipimpin oleh KBO Sat Lantas Mustafa Azis didampingi dengan TIM serta MTSN 3 Maiwa dipimpin langsung oleh Kanit Laka didampingi dengan TIM.

Dalam kesempatan tersebut Kasat Lantas Polres Enrekang AKP. Abdul Azis, SH mengatakan, Sosialisasi dan penyuluhan keselamatan berlalu lintas dikalangan pelajar ini merupakan upaya dalam memberikan pemahan mengenai undang-undang no.22 tahun 2009 serta menanamkan kesadaran pentingnya mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

”Sosialisasi ke kalangan pelajar ini menjadi bagian dalam pemahaman lalu lintas yang tertuang di undang-undang no.22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berkendara sejak dini secara otomatis akan menumbuhkan budaya disiplin berlalu lintas,” ujarnya

Rata-rata pelajar Tingkat Sekolah menengah Pertama dan Tingkat Sekolah Menengah Atas masuk dalam usia rawan resiko kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, pembekalan mengenai kedisiplinan pun diberikan agar meningkatkan kesadaran para siswa terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.

”Usia 17-24 tahun adalah usia rentan resiko kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami juga memberikan pembekalan untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesasadaran pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada kalangan pelajar SMA di Kabupaten Enrekang ini,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak sekolah dan orang tua siswa juga diminta agar berperan aktif memberi pemahaman akan pentinya disiplin berlalu lintas kepada para pelajar.

“Dalam hal ini, peran serta pihak sekolah dan orang tua murid juga sangat dibutuhkan dengan membuat peraturan yang melarang siswanya membawa kendaraan bermotor ke sekolah sebelum memiliki SIM. Para orang tua hendaknya mengawasi anaknya agar tidak mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya sebelum berusia 17 tahun dan membuat SIM,” terangnya.

(Bang El)

Facebook Comments