Home Lensa Perihal Tawuran Pelajar, Camat & Babinsa Ramil Kota Selatan Gelar Mediasi

Perihal Tawuran Pelajar, Camat & Babinsa Ramil Kota Selatan Gelar Mediasi

0

MataKita.co, Gorontalo – Camat Kota Selatan Mulky Datau bersama Babinsa Ramil 1304-02/Kota Selatan Serma Surya Abdul dan Bhabinkamtibmas Polsek Kota Selatan Bripka Yunus mengadakan mediasi perihal kejadian Tawuran Pelajar yang dilakukan oleh murid-murid SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo. Rabu (27/11/2019).

Kegiatan Mediasi ini berlangsung di Aula Kantor Lurah Limba U II, Kelurahan Limba U II Kecamatan Kota Selatan, yang di ikuti oleh para Siswa-siswa yang terlibat tauran dan para orang tua siswa.

Menurut Pertimbangan Camat Kota Selatan Kejadian Tawuran yang berhasil di cegah oleh Babinsa dan Camat Kota Selatan pada hari Selasa Sore Tanggal 26/11/2019 tepatnya di depan sanggar Pramuka Jalan Sarini Abdulah Kelurahan Limba U II, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo perlu di adakan tindakan lebih lanjut agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan dapat diredam.

Pada Kegiaatan ini Camat Kota Selatan mengundang para Wali Murid dan Pihak Guru Baik dari SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo untuk duduk bersama membicarakan perihal kejadian tawuran agar mendapatkan perhatian khusus kembali dari pihak orang tua maupun guru dalam mengawasi serta mendidik anak-anak dalam hal ini murid-murid SMA 1 dan SMA 3 agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Dalam kegiatan mediasi ini kepada Para Guru dan Wali Murid Camat Kota Selatan Bapak Mulky Datau menceritakan sekilas perihal kejadian Tawuran antara Murid SMA 1 dan SMA 3 Kota Gorontalo.

“Pada saat saya lewat kemarin dan menerima informasi ini, kami menghubungi sesegera mungkin Babinsa Ramil 1304-02/Kota Selatan dan Babinkamtibmas Kota Selatan agar kejadian kemarin dapat di atasi dengan cepat agar kejadian dapat di redam. Sengaja saya mengumpulkan para orangtua siswa dan pihak sekolah agar tidak terjadi yang kita tidak inginkan karena kemarin apabila kita terlambat akan sangat berbahaya.” Kata Mulky Datau

Serma Surya Abdul meminta kepada pihak Sekolah dan pihak orang tua dari kedua sekolah setelah kegiatan ini segera melakukan pengawasan dan selalu mengecek keberadaan para anak bapak ibu pada saat pulang sekolah, karena kejadian kemarin di luar jam sekolah.

Moh. Syafri Botutihe Wakasek SMA 1 Gorontalo dalam kegiatan mediasi ini juga menyampaikan bahwa dirinya dari pihak SMA 1 Gorontalo, merasa kecolongan karena sebelum-sebelumnya setiap potensi tawuran bisa antisipasi dan informasi di sekolah cepat di ketahui.

“Kami sangat kecewa karena kejadiannya di luar jam sekolah dan kenapa bisa mereka berkumpul padahal perkiraan kami, para siswa sudah pulang ke rumah masing masing, jadi kami minta kepada orang tua untuk selalu membimbing anak anak ini. Saya sangat sesalkan ini bisa terjadi, padahal sebelumnya mereka pernah duduk di bangku SMP yang sama dan mereka saling mengenal.” Ujar Wakil Kepala Sekolah SMA 1 Gorontalo.

Kemudian Pernyataan disusul oleh Salah Satu Wali Murid Napitupulu yang mengatakan “Sekarang kita jangan cari permasalahannya, yang kita cari saat ini bagaimana kedepan anak anak kita ini bisa berbuat terbaik dan kegiatan seperti kemarin tidak terulang kembali.” Tutur Wali Murid.

Menurutnya Untuk anak anak pada umur-umur saat ini, mempunyai sifat ego yang sangat tinggi dan mempunyai pikiran yang belum berkembang, jadi sebagai orang tua perlu pengawasan yang ekstra.

sementara itu Rio Lamusu (Lurah Limba U II) juga ikut menambahkan bahwa “Saya selaku Lurah di sini merasa sangat kecewa dengan kejadian ini, karena di sini ada 3 sekolah yang berdampingan, dan kami pada saat melihat potensi kemarin, maka kami menghubungi Serma Surya sebagai Babinsa Kelurahan Limba U II Saya mohon kepada para siswa kedua sekolah, agar kejadian ini tidak terulang kembali, karena kami di kelurahan juga sangat sibuk dan pada saat kejadian kemarin saya lihat ada yang pakai anting anting, sepertinya bukan siswa.” Tambah Rio Lamusu.

Dirinya mengungkapkan bahwa jika para siswa saat berkerununan juga sulit membedakan pada kejadian kemarin, yang mana Siswa SMA 1 dan SMA 3 termasuk anak anak yang tidak sekolah karena kemarin sangat ramai.

Dalam kegiatan mediasi tersebut di hasilkan kesepakatan berdamai antara kedua belah pihak SMA 3 Gorontalo dan SMA 1 Gorontalo di saksikan oleh Perwakilan Sekolah dan para orang tua siswa.

Mulki Datau dalam kesepakatan berdamai yang di sampaikan secara lisan oleh para siswa, apabila kejadian tersebut terulang kembali pihak kecamatan Kota Selatan bersama aparat keamanan TNI dan Polri akan memproses para siswa pada pihak kepolisian dan seluruh orang tua siswa setuju dengan penyampaian Camat Kota Selatan.

Facebook Comments