Home Lensa Ikhtiar Gorontalo Melawan Covid-19, Dari PSBB Hingga Terbitkan Pergub

Ikhtiar Gorontalo Melawan Covid-19, Dari PSBB Hingga Terbitkan Pergub

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Gorontalo – Sebanyak 1788 kasus Covid-19 dilaporkan menyebar di Provinsi Gorontalo dengan rincian 419 dirawat, 1322 orang sembuh dan 47 orang meninggal dunia. Trend peningkatan ini cukup drastis setelah kasus pertama diawal bulan april 2020.

Permerintah baik Gubernur, Kapolda, Danrem, Walikota, Bupati dan unsur terkait lainnya besatu padu baik dari sisi kebijakan dan program yang benar-benar mampu menyelamatkan dan melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19.

Publik masih ingat bagaimana pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kebijakan jauh dari populisme itu diambil meski harus diperhadapan dengan persoalan ekonomi, terbukti kebijakan itu mampu menekan angka penyebaran virus corona.

Advertisemen

Setelah itu, pemerintah memberikan relaksasi untuk mendukung perekonomian masyarakat, dengan catatan: patuhi protokoler kesehatan, rajin menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Semua dilakukan hanya untuk satu kepentingan, yakni kepentingan masyarakat. Rakyat harus dilindungi baik kesehatan maupun ekonominya.

Ini adalah bentuk ikhtiar bersama para pemangku kepentingan untuk daerah tercinta, Gorontalo. Namun, ikhtiar ini akan menjadi sia-sia jika warga masyarakat bersikap apatis dan tidak perduli dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah, ingat, Covid-19 ini adalah musuh bersama, harus dilawan secara bersama-sama tanpa melihat kelompok, golongan dan warna bendera apapun itu.

Upaya terakhir lagi diambil oleh pemerintah dengan mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 41 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokoler Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19. Ada sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar diantaranya, sanksi teguran, kerja sosial, atau membayar 150 ribu rupiah bagi perseorangan.

Begitu pula dengan para pelaku usaha. Seperti toko, pasar, restoran dan lain-lain, selain mendapat teguran juga akn dikenakan denda sebesar 500 ribu rupiah sampai dengan pencabutan ijin usaha oleh pemerintah kabupaten dan kota.

Kita berharap agar ikhtiar besar dari pemerintah ini mampu menyadarkan masyarakat akan bahaya dari Covid-19 sehingga daerah yang kita cintai akan kembali normal dan masyarakat bisa beraktivitas sebagaimana biasanya tanpa ada virus corona. Amin Yaa Rabbal Alamin.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT