Home Literasi Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Bedah Buku Islamisasi Kerjaan Gowa Karya Prof Ahmad...

Dinas Perpustakaan Makassar Gelar Bedah Buku Islamisasi Kerjaan Gowa Karya Prof Ahmad M Sewang

0
Penulis buku, Prof Ahmad M Sewang memaparkan materi pada bedah buku yang diadakan oleh dinas Perpustakaan Makassar di Hotel Golden Tulip Essential, Jl. Sultan Hasanuddin no.43 Makassar (26/10/2020)
Advertisement

MataKita.co, Makassar – Dinas Perpustakaan Makassar menggelar bedah buku dengan judul Islamisasi kerajaan Gowa. Kegiatan ini diadakan di Hotel Golden Tulip Essential, Jl. Sultan Hasanuddin no.43 Makassar (26/10/2020)

Beda buku ini menghadirkan narasumber yakni Prof Ahmad M.Sewang, MA. sebagai penulis dan wahyuddin Halim, PhD sebagai pembedah. Adapun kegiatan ini dipandu oleh Hj Hasdah sebagai moderator.

Prof Ahmad Sewang dalam pemaparannya mengatakan konsep islamisasi meliputi tiga fase yakni fase datangnya Islam, fase masuknya Islam dan fase penyebaran Islam.

“Islam sudah lama hadir sebelum secara resmi diterima oleh dua kerajaan besar di Sulsel” jelas guru besar UIN Alauddin Makassar ini.

Prof Ahmad sewa menjelaskan, ada beberapa alasan mengapa Islam lebih cepat tersebar di Sulsel, pertama ajaran islam itu berkembang dari masa ke masa, Islam datang membawa kebudayaan, awalnya memperkenalkan islam dengan minimal, setidaknya bersyahadat dulu. Selain itu, Sulsel menganut paham tomanurung, dan itulah yang menjadi raja dalam turun temurun. makanya Datuk Ribandang mengkontekskan dakwah Islam dengan konsep ini.

“Islam berkembang secara top down, dari kerajaan ke masyarakatnya. makanya islam lebih mudah diterima. dengan diterimanya Islam sebagai agama resmi kerjaan Gowa, maka Islam lebih mudah tersebar ke seluruh Sulsel” Jelasnya.

Sementara itu, pembedah wahyuddin Halim, PhD dalam pemaparannya menjelaskan bahwa saya membaca buku ini dengan tekun saat menulis disertasi di Australia. Harusnya buku ini bisa menjadi koleksi wajib di perpustakaan Sekolah.

“Secara garis besar, tanggapan saya dibagi beberapa poin besar, pertama tentang penulis. Prof Ahmad Sewang adalah tokoh yang konsisten di akademisi dan aktivis organisasi dakwah Islam di Sulsel. Beliau juga adalah penulis yang teladan dan konsisten.

“kedua, Ada satu hal penting yang harus diakui bahwa buku ini bahwa konsep islamisasi yang di maksud yakni dengan penyebaran islam secara struktural. walaupun awalnya masyarakat tidak menerima secara¬† sukarela, tapi mengikut kerajaan. walaupun dalam realisasinya tidak melalui pemaksaan” jelas Antropolog UIN Alauddin Makassar.

Wahyuddin menambahkan, karakter Islam di jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulsel memiliki kemiripan. ketiganya memiliki karakter Islam awal penyebarannya yakni standar islam minimal yakni hanya ditekankan untuk shayahadat, pelaksanaan rukun islam, menambahkan islam dalam konstitusi lokal. Ini juga menjadi bagian dari teori yang dirumuskan prof Ahmad M. Sewang.

“Islamisasi di Sulsel baru massif setelah banyaknya ulama yang telah pulang menuntut ilmu dari Mekah. mereka membawa ajaran Islam yang lebih intelektual dan rasional” jelasnya.

Wahyuddin Halim menambahkan, kami mengapresiasi karya Ahmad M Sewang berhasil menutupi celah dinamika Islamisasi  di Sulawesi Selatan.

Seperti diketahui, Buku Islamisasi Kerajaan Gowa Pertengahan abad XVI sampai pertengahan abad XVII merupakan terbitan Dinas Perpustakaan kota Makassar.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT