Home Politik Ubedilah Badrun : Partai Berbasis Masa Islam Berpeluang Mendulang Suara Besar di...

Ubedilah Badrun : Partai Berbasis Masa Islam Berpeluang Mendulang Suara Besar di Tahun 2024

0
ADVERTISEMENT

MataKita.co, Jakarta – Setelah korupsi bertubi-tubi dilakukan oleh partai berkuasa saat ini apalagi dilakukan saat rakyat menderita dan dalam situasi bencana pandemi covid-19 maka muncul semacam public distrust ( ketidakpercayaan publk ) yang meluas terhadap partai-partai yang berkuasa saat ini.

Hal itu diungkapkan pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun saat ditanya usai berbicara di acara Orientasi dan Rakernas Partai Masyumi di Hotel Balairung Jakarta (24/4/21).

“Faktanya korupsi ditengah bencana ini dilakukan partai-partai berkuasa, maaf saya sebutkan, itu dilakukan oleh menteri yang berasal dari PDIP dan berasal dari Partai Gerindra yang notabene nya bukan partai Islam” ujar Ubedilah Badrun.

Advertisemen

” Tentu partai Islam sebagai anti tesis memiliki peluang lebih besar dibanding partai lain yang sekuler, apalagi jika memiliki gagasan gagasan baru yang solutif dalam hadapi problem bangsa saat ini. Selain itu untuk mendulang suara besar mesin politik partai Islam harus kerja keras sejak saat ini ” ujar Ubedilah Badrun.

Adapun peluang partai baru seperti Masyumi menurut pengamat papan atas ini memiliki peluang yang cukup besar yang juga diperebutkan oleh partai-partai baru lainya karena ceruk pemilihnya masih banyak.

” Ceruk pemilih untuk Masyumi itu masih banyak, diantaranya masih ada Golput yang kurang lebih 25%, ada swing voters sekitar 16 % dan ada undecided voters sekitar 20%, apalagi sangat mungkin akan dapat limpahan suara dari PBB yang pemilu lalu terpuruk mulai ditinggalkan pemilihnya ” tegas Ubedilah.

Selain itu, Masyumi ini menurut pengamat yang juga tokoh aktivis 98 ini memiliki modal historis dan kultural yang bagus.

^ Masyumi ini secara historis memiliki modal besar karena sumbangsihnya pada negara dalam menyatukan kembali Indonesia dalam bingkai NKRI setelah sempat menjadi negara serikat yang terpecah-pecah. Saat itu dikenal dengan mosi integral Muhamad Natsur. Selain itu keberadaan mantan penasehat KPK Abdullah Hehamahua sebahai Ketua Majelis Syuro Masyumi adalah modal kultural yang penting karena beliau dikenal memiliki integritas yang tinggi ” ungkap Ubedilah.

Sementara Ketua Umum DPP Masyumi Ahmad Yani menyatakan bahwa langkah-langkah penting partai Masyumi akan terus dilakukan diantaranya mengajak generasi muslim milenial untuk bergabung.

” Pemilih muda pada pemilu 2024 itu jumlahnya lebih dari 50 % karenanya Masyumi juga cncern soal itu mengajak generasi milenial dan generasi Z ini untuk bergabung dan alhamdulillah sudah mulai banyak yang bergabung. Kami ingin membuktikan bahwa Masyumi kini bukan partai orang-orang tua, tetapi juga partainya generasi milenial ” ungkap Ahmad Yani yang dikenal sebagai tokoh oposisi dan juga mantan anggota DPR RI ini. (*)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT