Home Mimbar Ide Urgensi Kelayakan Bisnis Serta Manfaatnya Dalam Dunia Usaha

Urgensi Kelayakan Bisnis Serta Manfaatnya Dalam Dunia Usaha

0
ADVERTISEMENT

Oleh Muhammad Rizal

MataKita.CO – Era disrupsi yang meniscayakan ketidakpastian menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan terutama dalam menjalankan proyek dan usaha di bidang apapun. Pesatnya perkembangan pengetahuan di segala bidang termasuk juga di bidang ekonomi senantiasa membawa perubahan serta trend tersendiri di lingkungan masyarakat.

Olehnya itu, pengetahuan terkait kelayakan bisnis diharapkan mampu menjadi pedoman dalam menjalankan sebuah usaha atau proyek tertentu. Secara sederhana, kelayakan (feasibility) merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam dunia usaha. Sedangkan menurut Ibrahim J (2013) kelayakan bisnis adalah pertimbangan yang digunakan sebelum menerima atau menolak suatu gagasan usaha atau proyek yang direncanakan.

Kelayakan bisnis adalah segala kemungkinan dari suatu usaha atau proyek yang akan dilaksanakan. Hal ini memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit maupun dalam arti social benefit. Kelayakan tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit saja, hal ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan. Maksud layak atau tidak layak adalah perkiraan keuntungan atau kerugian yang didapat dari suatu proyek bila proyek tersebut dioperasionalkan.

Menurut Soemitra (2015) bahwa kelayakan bisnis adalah sesuatu yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis atau usaha.

Advertisement

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha dagang, komersial di dunia perdagangan, dan bidang usaha. Zaman modern sekarang ini dunia bisnis mengalami perkembangan serta kompleksitas nya tersendiri. Hal ini menuntut waktu yang cukup lama bagi mereka yang ingin mempelajarinya serta mempraktekannya sampai berhasil.

Secara umum bisnis diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan atau rizki dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien. Skinner (2015) mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran barang, jasa, atau uang yang saling menguntungkan atau memberi manfaat. Menurut Anoraga dan Soegiastuti, bisnis memiliki makna dasar sebagai the buying and selling of goods and services. Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat, mencari profit, dan mencoba memuaskan keinginan para konsumen.

Secara umum ada 4 input yang selalu digunakan oleh seluruh pelaku bisnis adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, modal, entrepreneurship atau yang dikenal dengan bisnis. Adapun faktor-faktor penyebab kegagalan suatu bisnis diantaranya data dan Informasi tidak lengkap, tidak teliti, salah perhitungan, pelaksanaan pekerjaan salah, kondisi lingkungan dan unsur sengaja.

Menurut Kamaluddin (2014) manfaat yang ditimbulkan dari kelayakan bisnis adalah manfaat finansial, manfaat ekonomi nasional dan manfaat sosial. Manfaat finansial diartikan bahwa sisi keuntungan lebih besar dibanding resiko yang akan ditanggung dari suatu usaha. Sementara manfaat ekonomi nasional adalah bisnis tersebut memiliki manfaat yang lebih luas bagi negara, misalnya semakin banyak tenaga kerja yang terserap, pendapatan masyarakat meningkat, dan lainnya. Sedangkan manfaat sosial adalah suatu usaha atau proyek memiliki kemanfaatan yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar baik secara langsung maupun tidak langsung.

Aspek-aspek kelayakan bisnis juga wajib diperhatikan. Aspek Hukum misalnya, perlu kemampuan analisis ketentuan hukum dan perizinan untuk menjalankan bisnis di wilayah tertentu. Selain itu, terdapat juga aspek lingkungan yakni analisis kesesuaian lingkungan sekitar (baik lingkungan operasional, lingkungan dekat, dan lingkungan jauh) dengan ide bisnis yang akan dijalankan. Dalam aspek ini dampak bisnis bagi lingkungan juga dianalisis.

Aspek pasar dan pemasaran juga tidak luput untuk dikalkulasi. Mengingat keduanya merupakan merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan serta saling mempengaruhi satu sama lain. Sementara aspek teknis dan teknologi adalah analisis kesiapan teknis dan ketersediaan teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Aspek ini menjadi sebuah keharusan untuk menghindari adanya kegagalan bisnis pada masa yang akan datang, sebagai akibat karena adanya masalah teknis. Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan aspek teknis dan teknologi ialah penentuan lokasi bisnis, tata letak (layout) bisnis, pemilihan peralatan dan teknologi.

Terdapat pula aspek manajemen dan sumber daya manusia yang digunakan untuk menganalisis tahap-tahap pelaksanaan bisnis dan kesiapan tenaga kerja, baik tenaga kerja kasar maupun tenaga kerja terampil yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Sementara itu, terdapat aspek keuangan yang menganalisis besarnya biaya investasi dan modal kerja serta tingkat pengembalian investasi dari bisnis yang akan dijalankan. Selain itu, dianalisis juga perihal asal sumber investasi dan pembiayaan bisnis tersebut yang dihitung dengan rumusan penilaian investasi seperti Analisis Cash Flow, Payback Period, Net Present Value, Internal Rate Of Return, Benefit Cost Ratio, Profitability Index, dan Break Event Point.

Dalam kelayakan bisnis, terdapat pihak-pihak yang berkepentingan antara lain: pertama, investor yaitu pihak yang mempunyai kepentingan serta jaminan keselamatan atas modal yang ia suntikkan. Kedua, kreditor yaitu salah satu sumber pendanaan usaha atau bisnis, dapat juga diperoleh dari bank. Pihak bank akan mengkaji ulang kelayakan bisnis yang telah dibuat terebut termasuk mempertimbangkan sisi-sisi lain, misalnya bonafiditas (dapat dipercaya dengan baik dari segi kejujuran maupun kemampuannya) dan tersedianya agunan yang dimiliki perusahaan sebelum memutuskan untuk memberikan kredit atau tidak.

Ketiga, pihak manajemen perusahaan yakni pihak yang menjadi project leader, sudah tentu ia perlu mempelajari kelayakan bisnis, misalnya dalam hal pendanaan, berapa yang dialokasikan dari modal sendiri, rencana dari investor dan dari kreditor. Terakhir, pemerintah dan masyarakat dimana kelayakan bisnis yang disusun perlu memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah karena pemerintah secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan.

Penulis adalah Mahasiswa Manajemen Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.

Facebook Comments
ADVERTISEMENT