MataKita.co, Bantaeng – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 115 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja inovatif bertajuk P-BIOPORE (Pembuatan Biopori untuk Pengolahan Pupuk Organik dari Limbah Dapur Rumah Tangga) di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Senin (26/01).
Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat serta meningkatkan kesadaran terhadap pemanfaatan limbah organik rumah tangga.
Kegiatan P-BIOPORE dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, pelatihan pembuatan lubang biopori, hingga pendampingan dalam pemanfaatan limbah dapur sebagai bahan pupuk organik. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi sederhana namun efektif dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga serta meningkatkan kesuburan tanah di lingkungan sekitar.
Penanggung jawab program kerja, Adinda Salsabillah, menjelaskan bahwa program P-BIOPORE dirancang sebagai inovasi yang mudah diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan peralatan sederhana dan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Menurutnya, keberadaan biopori tidak hanya membantu mengurangi limbah organik, tetapi juga berfungsi meningkatkan daya serap air tanah sehingga dapat meminimalisir genangan air dan menjaga kualitas lingkungan.
Melalui program P-BIOPORE, mahasiswa KKN Gelombang 115 Universitas Hasanuddin berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik serta mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Desa Pattallassang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.








































