Beranda Mimbar Ide Opini Ketahanan Energi Indonesia Menghadapi Krisis Timur Tengah

Ketahanan Energi Indonesia Menghadapi Krisis Timur Tengah

0
Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA

Oleh : Ahmad Sukarno, S.IP, M.Adm.SDA

(Widyaiswara Pusjar SKMP LAN RI)

 Indonesia adalah negeri yang makmur dan kaya akan sumber daya alam baik di daratan maupun di lautan. Luas Hutan mencapai 95,97 juta hektare menjadikan Indonesia memiliki hutan terluas di Asia Tenggara sehingga menjadikannya sebagai paru-paru dunia. (Luas Hutan Indonesia Tembus 95 Juta Ha, Terbesar di ASEAN 2025 – GoodStats). Luas daratan mencapai 1,9 juta kilometer persegi dan luas lautan mencapai 6,4 juta kilometer persegi. (Berapa Luas Negara Indonesia? Ini Penjelasannya | tempo.co) Potensi ini menjadikannya sebagai negeri yang juga dikenal dengan istilah Zamrud Khatulistiwa. 

Kekayaan Indonesia telah dituangkan dalam lagu legendaris berjudul Kolam Susu, dari band bernama Koes Plus, diciptakan oleh Yok Koeswoyo pada tahun 1973. Lagu ini salah satu lagu Masterpiece Koes Plus dan masuk dalam 150 Lagu Terbaik Indonesia versi Majalah Rolling Stone Indonesia Edisi Desember 2009. Mari lihat kembali lirik lagunya:

Bukan Lautan Hanya Kolam Susu

Kail dan Jala Cukup Menghidupimu

Tiada Badai, Tiada Topan Kau Temui

Ikan dan Udang Menghampiri Dirimu

Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga

Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman

Orang Bilang Tanah Kita Tanah Surga

Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman

Makna lagu ini begitu mendalam, pencipta lagu bercerita tentang kekayaan Indonesia yang tiada duanya dibandingkan dengan negara lain. Bayangkan Tongkat Kayu dan Batu Jadi Tanaman, tanaman pun dapat tumbuh di atas batu dan hal itu banyak kita bisa lihat di wilayah pegunungan Indonesia, karena suburnya kandungan mineral dalam bebatuan dan tanahnya sehingga tanaman pun bisa tumbuh. 

Bukan Lautan Hanya Kolam Susu, diterjemahkan bahwa lautan Indonesia itu bagaikan kolam susu, susu itu dianalogikan seperti lautan yang kaya akan mineral, minyak, rumput laut, ikan, terumbu karang. 

Tiada Badai, Tiada Topan Kau Temui, hampir jarang Indonesia diterjang badai dan topan yang dahsyat menjadikannya negeri yang aman bagi penduduknya, dibandingkan dengan terjangan badai topan di Amerika Serikat, misalnya Badai Helena, Katrina, dan bahkan Tornado yang hampir setiap tahun melanda negeri Paman Sam itu. 

Ikan dan Udang Menghampiri Dirimu, betul sekali sair lagu ini, menghampiri dirimu artinya potensi perikanan tangkap Indonesia memang sangat melimpah sehingga seringkali dicuri oleh pihak asing. Potensi Perikanan Tangkap di laut untuk jenis Ikan Cakalang, Tongkol, Tuna, Udang, Lainnya, mencapai 7.330.891 ton. (Produksi Perikanan Tangkap di Laut Menurut Komoditas Utama – Tabel Statistik – Badan Pusat Statistik Indonesia)

Indonesia sungguh negeri yang kaya, indah, dan luas berdaulat atas tanah, air dan udara diatasnya sehingga potensi katahanan energi juga bisa dimiliki dan terus dikembangkan untuk menghadapi tantangan keterbatasan dan mahalnya energi yang bersumber dari minyak bumi. Indonesia harus bisa mendorong cepat diversifikasi energi yang tidak hanya mengandalkan minyak bumi. 

Sejak pecah perang Iran vs Israel – Amerika Serikat tanggal 28 Februari 2026, terjadi goncangan energi global karena kondisi keamanan jalur perairan Selat Hormuz terganggu, rantai pasok energi global yang bersumber dari minyak bumi terganggu, minyak bumi yang diolah menjadi bahan bakar bagi kendaraan transportasi, juga digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (solar). Gangguan pasokan minyak bumi akan berdampak pada sektor ekonomi Indonesia, akan memicu kenaikan harga pangan, kenaikan harga listirk, dan harga kebutuhan komsumsi lainnya. Kenaikan harga minyak dunia juga akan memaksa tekanan kepada pembiayaan subsidi dalam APBN Indonesia, gangguan seperti ini tentu berdampak secara nasional, potensi pembangunan pada semua sektor juga akan mengalami tekanan dan perlambatan.

Dengan demikian, Indonesia harus bergerak cepat untuk mengubah strategi dalam menghadapi krisis energi ini. Ketergantungan Indonesia pada minyak bumi dalam kurun waktu 20 tahun ke depan masih sangat tinggi, artinya roadmap peralihan dan pengembangan diversifikasi energi termasuk energi terbaharukan harus nyata menjadi fokus pemerintah, mengingat arah goncangan geopolitik dan keamanan internasional dalam kurun waktu 20 tahun ke depan juga semakin tidak menentu. Peperangan antar negara sudah pecah diberbagai kawasan, situasi yang tidak menentu ini harus bisa diatasi dengan strategi jangka panjang dan berkesinambungan. Hanya beberapa negara besar saja yang memiliki kemampuan daya tahan dalam menghadapi gejolak global, bahkan terpaan resesi ekonomi pun negara itu tetap mampu untuk bertahan, misalnya negara Iran yang diembargo ekonomi selama puluhan tahun tetap mampu bertahan, krisis ekonomi yang melanda Rusia, Amerika Serikat, dan negara di Eropa Barat, masih mampu bertahan dalam situasi yang sulit. 

Kemandirian energi harus segera diwujudkan untuk menekan besarnya subsidi Bahan Bakar Minyak dalam APBN Indonesia mencapai 25,14 triliun untuk tahun 2026 (Perpres Nomor 118 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026). Kemandirian tersebut dapat dilakukan dengan:

Percepatan Pengembangan dan Produksi BBM Alternatif Bioetanol dan Biodiesel. BBM alternatif dapat menjadi program prioritas nasional untuk memproduksi Bioetanol yang bersumber dari tanaman tebu, singkong, dan sorgum. Produksi Biodiesel yang bersumber dari tanaman kelapa sawit. Mendorong petani kita untuk menanam tebu dan singkong akan mendukung ketahanan pangan, kemudian pemerintah dan swasta memberikan dukungan untuk ekosistem pengelolaannya sehingga petani tidak merugi karena adanya dukungan pasar. Program ini mendukung pertumbuhan ekonomi menengah kebawah.

Percepatan Pengembangan dan Produksi Bahan Bakar Alternatif Hidrogen. Produksi Hidrogen menjadi sumber energi yang sangat menjanjikan bagi Indonesia mengingat sumber air begitu melimpah. Jika ingin melirik ke negara Jepang, pengembangan kendaraan listrik masih menjadi perdebatan bagi produsen mobil terkemuka seperti Toyota dan Honda, apakah mengikuti trend negara Cina yang secara besar-besaran mengembangkan kendaraan listrik, bahkan teknologi kendaraan listrik Cina mengalami kemajuan yang sangat hebat meninggalkan negara eropa. Jepang masih fokus dan memilih mengembangkan kendaraan hidrogen, bahan bakarnya menggunakan hidrogen, pabrik mobil Jepang melihat ada potensi yang sangat besar untuk mengalihkan penggunaan BBM ke hidrogen yang lebih ramah dan efisien. Pabrik mobil Jepang meyakini teknologi hybrid memadukan BBM dengan hidrogen adalah strategi transisi energi Jepang menuju penggunaan hidrogen secara menyeluruh. 

Percepatan Pengembangan dan Produksi Solar Panel dan Baterai Listrik. Dewasa ini, produksi kendaraan listrik yang menggunakan baterai dengan bahan dasar nikel, litium, kobalt, mangan, dan besi adalah mineral yang semuanya ada di Indonesia. Kendaraan listrik dari Cina membanjiri pasar domestik Indonesia, dan hal ini adalah pasar yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, memang perlu diterjemahkan dengan hati-hati mengingat ekosistem kendaraan yang menggunakan BBM sudah tumbuh dan terbangun secara luas di Indonesia, menggeser kebijakan pembatasan produksi kendaraan berbasis BBM, akan berdampak pada rusaknya ekosistem otomotif dari pabrik, penjualan, hingga pasca penjualan (suku cadang). Hal ini tidak mudah, karena rantai pasok industri otomotif kendaraan basis BBM sudah mapan, dampaknya sangat bahaya bagi sektor ekonomi, yaitu dapat menimbulkan runtuhnya industri suku cadang, diikuti dengan bertambahnya pengangguran, sektor penerimaan pajak juga akan terganggu. Pemerintah harus hadir untuk memastikan dan memutuskan arah kebijakan industri otomotif mau dibawa kemana? Indonesia harusnya melalui kebijakan yang dikeluarkan, segera menuntaskan roadmap pengembangan industri otomotif berbasis listrik dan hidrogen disaat yang sama juga tetap mengawal transisi penggunaan kendaraan berbasis BBM. Penggunaan baterai listrik juga seharusnya lebih banyak diarahkan pada penggunaannya di perumahan, mengurangi ketergantungan listrik yang diproduksi dari BBM jenis solar. Jika pengembangan industri kendaraan listrik terkendala karena ekosistem pasar kendaraan basis BBM masih kuat, maka pengurangan subsidi BBM dapat dilakukan dengan mengarahkan baterai listrik tersebut mendukung PLN dalam layanan listrik di perumahan. PLN harus bisa menyiapkan solar panel dan baterainya untuk basis perumahan, perkantoran, perhotelan dan sektor lainnya. Berapa banyak perkantoran pemerintah dan swasta yang menggunakan solar panel sebagai sumber listriknya, dibandingkan dengan Cina, kebijakan tersebut sudah dilakukan secara luas di semua sektor kehidupan. Indonesia yang memiliki 2 iklim saja, sangat potensial untuk mengembangkan energi alternatif dari tenaga surya. Kebijakan hilir dengan mengatur rumah tangga menggunakan kompor listrik adalah solusi yang tepat, namun juga perlu dikuatkan pada dukungan kebijakan di hulunya, yaitu sumber energi lsitriknya tidak lagi banyak menggunakan BBM, untuk menekan subsidi BBM sekaligus subsidi listriknya. Kendaraan listrik pun menggunakan listrik dari PLN dimana listrik tersebut bersumber dari penggunaan BBM salah satunya jenis solar. 

Demikian pandangan penulis dalam melihat kondisi geopolitik dan keamanan internasional di Timur Tengah, perang Iran vs Israel – AS menimbulkan goncangan harga minyak dunia, minyak dunia adalah energi vital dunia yang paling sensitif mengingat BBM tersebut bagaikan jantung yang memompa roda kehidupan manusia, jika pompanya bermasalah, maka menimbulkan gangguan pada semua sektor. BBM langka akan berdampak pada harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan, tarif listrik terganggu, harga gas pun terganggu karena membawa gas dari pangkalan ke pengecer memakai BBM, begitu besar dampak dari BBM jika mengalami gangguan rantai pasoknya. Oleh karena itu, Indonesia harus bergerak cepat mengantisipasi kondisi ini dengan segera mengembangkan lebih luas energi alternatif pengganti BBM agar lebih mandiri dan kuat menghadapi goncangan global, subsidi BBM bisa dialihkan untuk pembiayaan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. 

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT