Matakita.co, Makassar, 31 Maret 2026 – Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (LeDHaK FH-UH) telah menyelenggarakan kegiatan Obrolan Aktualisasi Konstitusi (ORASI) dengan tema “Menuju Pemilu 2029: Penguatan Sistem Kepemiluan Melalui Refleksi Penyelenggaraan 2024”. Kegiatan yang diikuti 185 peserta ini berlangsung secara hibrida di Ruang Promosi Prof. Dr. Mr. Andi Zainal Abidin Farid, S.H., FH-UH, dan melalui platform Zoom, Selasa (31/3/2026).
ORASI dirancang sebagai ruang dialektika bagi mahasiswa untuk mengkaji secara kritis berbagai persoalan pada Pemilu 2024. Melalui format kuliah umum dan diskusi interaktif, peserta diajak merumuskan gagasan demi terciptanya sistem kepemiluan yang lebih berintegritas pada 2029 mendatang. Melalui format kuliah umum dan diskusi interaktif, peserta didorong untuk tidak hanya memahami persoalan secara normatif, tetapi juga mampu membaca dinamika empiris dalam praktik demokrasi di Indonesia.
Ketua Panitia, Muh. Fahrul, mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung acara ini, khususnya kepada pihak Bawaslu dan KPU Provinsi Sulawesi Selatan yang telah berkenan hadir dan berbagi pengetahuan kepada mahasiswa. . “Kegiatan ini adalah hasil persiapan panjang dan kerja sama berbagai pihak untuk memberikan edukasi langsung kepada mahasiswa,” ujarnya.
Ketua Umum LeDHaK FH-UH Periode 2025/2026, Annisa Almaqhvira, menekankan pentingnya peran mahasiswa hukum dalam mengawal demokrasi. Menurutnya, pemahaman mengenai kekurangan Pemilu 2024 sangat penting untuk mencari solusi di masa depan.
“Mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum, tentu memahami berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang lalu. Harapannya, melalui kegiatan ini kita dapat bersama-sama membahas langkah perbaikan menuju Pemilu 2029. Dengan menghadirkan KPU, Bawaslu, serta akademisi, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah kajian bersama yang mampu melahirkan gagasan dan kebijakan yang lebih baik ke depan.”
Dalam sesi diskusi, para peserta menyoroti berbagai aspek krusial seperti integritas penyelenggara, efektivitas kelembagaan, hingga tantangan menjaga kualitas demokrasi. Antusiasme tinggi terlihat dari dinamisnya tanya jawab antara mahasiswa dan pemateri.
Fajlurrahman Jurdi, Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin juga menekankan pentingnya integritas yang tinggi demi terwujudnya sistem ketatanegaraan yang dicita-citakan Melalui kegiatan ini, LeDHaK FH-UH kembali menegaskan perannya sebagai wadah intelektual dalam merawat tradisi kritis dan mengawal arah demokrasi di Indonesia. (**)






































