Oleh : Adinda Nurul Aulia Maksun*
Kata orang Inggris, “Life is a struggle” yang artinya hidup adalah sebuah perjuangan. Dalam berjuang, tidak ada kata lelah dan menyerah dalam mencapai suatu tujuan. Akan ada banyak cobaan dan rintangan yang muncul untuk membentuk dan menguatkan kita menjadi sosok pribadi yang lebih baik, bijak dan kuat.
“Semuanya akan terasa berat. Tapi berat bukan berarti tidak mungkin.” – Anonym.
Sejatinya, seseorang yang benar-benar berjuang tidak akan berdiam diri, karena perjuangan adalah sebuah pergerakan. Hadirnya pergerakan ini membuat proses perjuangan lebih berarti. Berbicara tentang perjuangan, perjuangan tidak mengenal ruang dan waktu baik dalam tatanan organisasi yang besar maupun dalam unit organisasi terkecil sekalipun. Saya mengenal sosok perempuan hebat, yang amat saya kagumi dan menjadi pemantik semangat saya baik dalam hal kepribadian maupun dari kematangan tindakan. Beliau adalah Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Beliau pernah berkata, “Perempuan bisa maju jika ia selalu percaya pada kemampuannya sendiri” –Farida Patittingi.
Kutipan dari Prof. Farida ini menyadarkan saya bahwa saat ini kita diperhadapkan dengan isu insecurity (perasaan tidak aman, khawatir, malu dan tidak percaya diri yang terjadi pada setiap orang) yang akan mengganggu kondisi kesehatan mental kita. Seperti misalnya, takut untuk meluapkan apa yang sedang terjadi pada diri sendiri atau menilai diri terlalu rendah/kurang percaya diri dengan fisik dan kemampuan sendiri. Hal inilah yang memicu terjadinya depresi yang berlebihan bahkan dapat menyebabkan gangguan jiwa. Terlebih lagi, masih terdapatnya stigma ketidaksetaraan gender yang menghantui banyak orang, khususnya perempuan. Seharusnya kaum perempuan mendapatkan perlakuan yang sama dan adil di ruang publik dan tidak adanya penindasan. Menurut saya, salah satu bentuk ketakutan mereka adalah rasa ketidakpercayaan akan kemampuannya sendiri.
Namun, berbeda dengan beliau. Prof. Farida justru menepis bayangan gelap keraguan itu dengan anggun serta percaya pada kemampuannya.
Prof. Farida mempunyai kepribadian yang baik, berkharismatik, tegas, mandiri baik dalam hal bertindak maupun mengambil keputusan. Selain itu, beliau juga dapat menilai situasi dengan baik, dapat berinteraksi dengan orang lain, mampu menerima tanggungjawab dengan amanah, dan memiliki filsafat hidup yang berorintasi pada tujuan.
Kepribadian merupakan sifat hakiki yang dimiliki dan tercermin pada sikap setiap orang. Otak/kepandaian bukanlah hal yang utama, tetapi yang utama adalah apa yang menuntun otak kita. Salah satunya adalah kepribadian. Kehormatan yang Prof. Farida miliki ini, tidak lepas dari kepribadiannya. Selain cerdas dalam logika, beliau juga dapat dijadikan teladan dalam beretika.
“Orang-orang besar tumbuh bersama keputusan-keputusan besar yang diambilnya. Bukan oleh kemudahan-kemudahan hidup yang didapatnya.” -Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia.
Kehebatan yang dimiliki Prof. Farida ini berdasar pada keputusan-keputusan luar biasa yang diambilnya. Tidak heran, jika dengan kepribadian mengagumkan serta kecerdasan diatas rata-rata seperti beliau dapat menjadi Dekan sekaligus teladan di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Semenjak menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, sudah banyak kebijakan-kebijakan dan perubahan baik bagi Fakultas Hukum. Prof. Farida telah berhasil membuat banyak perubahan baik.
Pencapaian yang luar biasa oleh Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, tentunya ini tidak lepas dari peran Prof. Farida Patittingi, S.H., M.H. sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Selamat Milad Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Ke – 70 Tahun. Semoga semakin berjaya!
“Nilai akhir dari proses pendidikan, sejatinya terrekapitulasi dari keberhasilannya menciptakan perubahan pada dirinya dan lingkungan. Itulah fungsi daripada pendidikan yang sesungguhnya.” –Lenang Manggala
Terima Kasih Prof. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
*) Penulis adalah Ketua umum IMM Komisariat Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin






































