Matakita.co, Makassar — SD Inpres Buttatianang II Makassar memperkuat kolaborasi antara pendidik, tenaga kependidikan, tenaga perpustakaan, dan orang tua siswa dalam upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kualitas Layanan dan Pengelolaan Perpustakaan yang digelar pada Sabtu (18/4/2026), dengan menghadirkan pustakawan dari Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Tulus Wulan Juni.
Kepala SD Inpres Buttatianang II Makassar, Ilyanti Hasirah Nurgas, menegaskan komitmen sekolah untuk menghadirkan perpustakaan yang sesuai standar dan ramah anak sebagai pusat penguatan literasi.
“Keterlibatan pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua siswa sebagai mitra pendidikan memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung keberhasilan perpustakaan dan gerakan literasi di sekolah,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Tulus Wulan Juni menjelaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan antara sekolah dan rumah.
Menurutnya, kebiasaan membaca di lingkungan keluarga menjadi fondasi utama dalam meningkatkan minat baca siswa.
“Orang tua dapat memperkuat budaya literasi dengan membiasakan anak membaca di rumah, sehingga tercipta kesinambungan antara literasi di sekolah dan di rumah,” jelasnya.
Selain itu, orang tua juga dapat berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan, seperti melalui donasi buku, dukungan sarana prasarana, hingga keterlibatan dalam kegiatan literasi di sekolah.
Tak hanya itu, Tulus juga menekankan bahwa peran pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) menjadi faktor kunci dalam menghidupkan fungsi perpustakaan sebagai “jantung pendidikan” di sekolah.
“Ketika guru aktif mengintegrasikan perpustakaan dalam proses pembelajaran, seperti tugas berbasis literasi, resensi buku, atau pemanfaatan ruang baca, maka siswa akan terbiasa menjadikan perpustakaan sebagai sumber belajar,” katanya.
Ia menambahkan, guru juga harus menjadi teladan dalam budaya literasi agar siswa terdorong untuk meniru kebiasaan membaca.
Menurutnya, tanpa keterlibatan aktif guru dan dukungan penuh kepala sekolah, perpustakaan akan sulit berkembang secara optimal.
Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir, mulai dari tenaga pendidik hingga perwakilan orang tua siswa. Mereka menunjukkan komitmen bersama untuk menghadirkan perpustakaan sekolah yang sesuai standar nasional.
Melalui kolaborasi ini, SD Inpres Buttatianang II Makassar berharap dapat meningkatkan kualitas literasi siswa sekaligus menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengembangkan budaya literasi berbasis kolaborasi.







































