Beranda Kampus Tudang Sipulung Etnocoliving Paotere Dorong Pemberdayaan Perempuan Pesisir Berbasis Ekonomi Sirkular

Tudang Sipulung Etnocoliving Paotere Dorong Pemberdayaan Perempuan Pesisir Berbasis Ekonomi Sirkular

0

Matakita.co, Makassar- Etno Adventure menyelenggarakan kegiatan Tudang Sipulung sebagai bagian dari implementasi Program Etnocoliving Paotere yang berlangsung di Sekolah Pesisir Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, pada Minggu (19/4).

Kegiatan ini merupakan forum musyawarah partisipatif yang mempertemukan masyarakat pesisir, pemangku kepentingan, serta tim pelaksana program guna membangun kesepahaman dan komitmen bersama dalam pengelolaan lingkungan berbasis ekonomi sirkular. Fokus utama program adalah pemberdayaan perempuan pesisir melalui pemanfaatan limbah sisik ikan menjadi produk bernilai ekonomi.

Sebanyak 92 peserta yang terdiri atas masyarakat pesisir Paotere, perwakilan stakeholder setempat, serta tim Etno Adventure turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Rangkaian acara meliputi pemaparan materi terkait pemberdayaan perempuan dan pengelolaan lingkungan, sesi diskusi interaktif, serta forum tudang sipulung sebagai ruang dialog terbuka untuk menjaring aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Founder Etno Adventure, Ahmad Yusuf Suandi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah awal transformasi Etno Adventure yang sebelumnya berfokus pada edukasi anak-anak, kini mulai memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan pesisir.

“Program ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari Harmony In Action oleh Wahid Foundation serta Penggerak Muda Nasional oleh IKI Project. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan mampu menghasilkan nilai ekonomi sehingga perempuan pesisir Paotere dapat mandiri secara finansial,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Ujung Tanah, Andi Unru, S.STP., S.AP., M.A.P., menekankan pentingnya pendekatan edukasi yang adaptif dan inklusif di tengah perkembangan era digital. Ia menyampaikan bahwa proses belajar tidak lagi terbatas pada ruang formal, melainkan dapat dilakukan melalui pendekatan kolaboratif yang lebih santai dan berbasis komunitas.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dapat dilakukan secara lebih fleksibel dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, baik anak-anak, pemuda, hingga orang tua. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut melalui sinergi yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk dalam pengelolaan UMKM,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk komitmen kolektif dalam pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular serta lahirnya kelompok inti perempuan pesisir yang siap berperan aktif dalam implementasi program ke depan. Dengan berlandaskan nilai Siri’ Na Pacce, kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam menciptakan perubahan yang partisipatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat pesisir Paotere. (**)

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT