MataKita.co, Gorontalo – Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK., berbagi pengalaman dan motivasi kepada mahasiswa program berasrama serta civitas akademika Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) dalam kegiatan Silaturahim, Tausiah, dan Dialog Motivasi yang berlangsung di Gedung Indoor David Bobihoe Akib, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai pengembangan diri, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dari seorang profesional yang telah berkiprah di berbagai bidang.

Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dr. Andi Afdal Abdullah yang untuk kedua kalinya hadir di UMGO. Menurutnya, kehadiran Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman seorang pemimpin nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Dr. Andi Afdal Abdullah untuk kembali hadir di UMGO dan berbagi motivasi kepada mahasiswa berasrama serta civitas akademika UMGO. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Rektor.
Dalam sesi dialog motivasi, Dr. Andi Afdal Abdullah menekankan bahwa salah satu modal utama untuk meraih kesuksesan adalah kemampuan untuk bangkit kembali ketika menghadapi kegagalan dan keterpurukan.
“Dalam hidup, akan ada banyak tantangan dan kegagalan. Namun modal utama yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk bangkit kembali. Resiliensi atau daya juang untuk bangkit setelah terjatuh sangat menentukan keberhasilan seseorang,” ungkapnya.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk berani memiliki cita-cita besar dan tidak membatasi pilihan masa depan mereka.
“Pilihan masa depan kalian sangat luas. Jangan takut bermimpi. Mau menjadi peneliti, akademisi, pejabat struktural, dokter spesialis, atau profesi lainnya, lakukan dengan serius. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan baik, dan ikhlas dalam setiap proses yang dijalani,” pesannya.
Menurutnya, perjalanan menuju kesuksesan harus diisi dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat, memperbanyak pengalaman, serta membangun jaringan yang luas.
“Saya seorang dokter, tetapi saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur di Bulog. Saya menerima tantangan itu dan kembali belajar. Karena itu jangan pernah berhenti belajar, jangan takut keluar dari zona nyaman, dan teruslah mengembangkan kapasitas diri,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Andi Afdal Abdullah juga membagikan pandangannya mengenai faktor-faktor yang menjadi pertimbangan dunia kerja dalam menilai kualitas seseorang. Ia menyebut bahwa produktivitas merupakan salah satu indikator utama yang dicari oleh institusi maupun perusahaan.
“Saya memiliki satu rumusan sederhana yang saya pelajari selama bertahun-tahun bekerja, yaitu rasio produktivitas. Orang yang dibutuhkan dalam dunia kerja adalah mereka yang produktif,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa produktivitas dibangun oleh beberapa komponen penting, yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), kemampuan membangun relasi, integritas, dan motivasi.
Lebih lanjut, ia memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga integritas sebagai modal utama dalam membangun karier.
“Jangan pernah mengotori portofolio hidup dengan catatan yang merusak integritas. Pengetahuan dan keterampilan bisa terus dipelajari, tetapi integritas adalah nilai yang harus dijaga sejak awal. Integritas dan produktivitas adalah kunci untuk bertahan dan berkembang di dunia kerja,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa yang aktif berdialog dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan karier, kepemimpinan, dan tantangan dunia profesional.
Melalui kegiatan ini, UMGO berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, produktif, berintegritas, serta siap menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.






































