Beranda Kampus Tim Mannennungeng dan PPMU-PPUPIK Unhas Kenalkan Pakan Fitobiotik kepada Peternak Bone

Tim Mannennungeng dan PPMU-PPUPIK Unhas Kenalkan Pakan Fitobiotik kepada Peternak Bone

0

MataKita.co, Bone – Konsep sirkular farming atau pertanian dan peternakan terpadu menjadi fokus pelatihan yang digelar Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin bersama Tim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) Tahun 2026 Fakultas Peternakan LPPM Unhas. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Aula P4S Lamellong, Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, itu bertujuan meningkatkan kapasitas peternak melalui pemanfaatan inovasi hasil riset perguruan tinggi.

Pelatihan diikuti kelompok peternak dan masyarakat setempat. Hari pertama diisi dengan materi mengenai pemanfaatan fitobiotik sebagai bahan tambahan pakan alami, sedangkan hari kedua difokuskan pada demonstrasi pembuatan pakan fungsional untuk ayam buras. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktik agar mampu memproduksi pakan secara mandiri.

Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Purwanti, S.Pt., M.Si., IPU., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Jasmal A. Syamsu, M.Si., IPU., ASEAN Eng., serta Ichlasul Amal, S.Pt., M.Si. dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Para narasumber menjelaskan bahwa fitobiotik yang berasal dari tanaman herbal mampu meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak, sekaligus menekan biaya produksi dan menghasilkan produk peternakan yang lebih sehat serta ramah lingkungan.

Kegiatan ini juga menghadirkan Hasbi Ashshiddiqy, S.Kom., pemilik PT Sitinrola Organik Indonesia, yang membagikan pengalaman mengenai pengembangan usaha peternakan organik dan peluang pemasaran produk peternakan sehat. Keterlibatan dunia usaha diharapkan memperkuat keberlanjutan program melalui terbukanya akses pasar bagi kelompok peternak.

Prof. Sri Purwanti mengapresiasi antusiasme peserta selama pelatihan. Menurut dia, penggunaan fitobiotik menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

“Kami sangat senang melihat semangat peternak di sini. Fitobiotik adalah solusi alami yang dapat meningkatkan kesehatan ayam sekaligus menekan biaya pakan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, saya yakin peternak di Bone mampu menghasilkan produk unggulan yang sehat dan bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Peternakan dan Hewan Tropika (Puslitbang Sentro) Unhas, Prof. Jasmal A. Syamsu, menilai konsep sirkular farming menjadi pendekatan yang mampu menghubungkan sektor pertanian dan peternakan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

“Saya mengapresiasi inisiatif Tim Mannennungeng yang telah menerapkan konsep sirkular farming dengan baik. Limbah pertanian dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sedangkan kotoran ternak kembali ke lahan sebagai pupuk organik. Siklus seperti ini menciptakan sistem yang efisien, berkelanjutan, dan layak menjadi contoh bagi daerah lain,” katanya.

Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Universitas Hasanuddin 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa program pemberdayaan akan lebih berdampak jika dikerjakan bersama. Pengetahuan yang diberikan membantu peternak mengurangi ketergantungan pada pakan komersial sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas,” ujarnya.

Komitmen mendukung keberlanjutan program juga disampaikan Hasbi Ashshiddiqy. Menurut dia, PT Sitinrola Organik Indonesia siap menjadi mitra pemasaran bagi produk peternakan sehat yang dihasilkan kelompok sasaran.

“Kami melihat potensi besar peternak di Desa Kajaolaliddong. Kami siap mendampingi sekaligus membuka akses pemasaran sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan daya saing,” katanya.

Ketua P4S Lamellong, Burhanuddin, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi para peternak di desanya.

“Selama ini kami memberi pakan ayam secara sederhana. Kini kami memahami cara membuat pakan yang lebih sehat dan ekonomis. Pengetahuan ini akan kami masukkan dalam program pelatihan P4S agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Pelatihan dan demonstrasi produksi pakan fungsional berbasis fitobiotik tersebut menjadi bagian dari rangkaian Program Mannennungeng yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat berbasis inovasi. Melalui integrasi hasil riset, pendampingan mahasiswa, dan dukungan dunia usaha, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Desa Kajaolaliddong serta menjadi model pengembangan peternakan berkelanjutan di berbagai daerah.

Facebook Comments Box