MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) merampungkan proses final submission UI GreenMetric World University Rankings 2026 sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola kampus berkelanjutan. Dalam proses tersebut, Unhas menempatkan reliabilitas data sebagai fondasi utama agar setiap indikator yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lingkungan kampus.
Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap isu perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul dalam pendidikan dan riset, tetapi juga mampu mengelola sumber daya secara bertanggung jawab. Pengelolaan energi, air, limbah, transportasi, hingga digitalisasi kini menjadi indikator penting dalam menilai keberlanjutan sebuah universitas.
Proses penyusunan dokumen UI GreenMetric di Unhas tidak berhenti pada pengisian kuesioner. Setiap data melalui tahapan verifikasi, cross-check, dan validasi dokumen pendukung untuk memastikan seluruh informasi yang disampaikan akurat, dapat ditelusuri, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Ketua Tim UI GreenMetric Unhas, Prof. Dr. Ir. Arifuddin, M.T., mengatakan proses final submission menjadi wujud keseriusan Unhas dalam membangun budaya pengelolaan kampus yang berbasis bukti.
“Setiap bukti dukung melalui proses verifikasi agar benar-benar mencerminkan kondisi aktual implementasi keberlanjutan di lingkungan Unhas,” ujarnya.
UI GreenMetric tidak hanya menjadi ajang pemeringkatan internasional, tetapi juga instrumen untuk mengukur implementasi prinsip keberlanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Berbeda dengan pemeringkatan yang berfokus pada publikasi ilmiah dan reputasi akademik, UI GreenMetric menilai kemampuan kampus dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Pada 2025, sebanyak 1.745 perguruan tinggi dari 105 negara berpartisipasi dalam pemeringkatan tersebut. Untuk siklus 2026, UI GreenMetric mengusung tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance, yang menekankan pentingnya tata kelola, transformasi digital, dan pengambilan keputusan berbasis data dalam mewujudkan kampus berkelanjutan.
Di Unhas, penyusunan dokumen melibatkan berbagai fakultas dan unit kerja, mulai dari pengelola energi, pengelolaan limbah, transportasi kampus, hingga teknologi informasi. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar tanggung jawab satu unit.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Amiruddin, S.Si., M.Si., mengatakan sinergi antarfakultas dan unit kerja menjadi modal penting dalam memperkuat transformasi institusi menuju kampus yang lebih berkelanjutan.
“Kami berharap hasil penilaian tahun ini tidak hanya meningkatkan posisi Unhas dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kontribusi Unhas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),” kata Amiruddin.
Melalui penyusunan data yang akurat, transparan, dan terverifikasi, Unhas menegaskan bahwa komitmen terhadap keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai program, tetapi juga melalui tata kelola yang akuntabel sebagai dasar pengambilan kebijakan menuju kampus yang ramah lingkungan dan berdaya saing global.








































