Beranda Kampus Lewat Baruga SIPAKATAU, PPK Ormawa FIKK UNM Perkuat Edukasi Pangan Lokal di...

Lewat Baruga SIPAKATAU, PPK Ormawa FIKK UNM Perkuat Edukasi Pangan Lokal di Beroanging

0

MataKita.co, Jeneponto — Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF SINAPSIS Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar kegiatan Baruga SIPAKATAU: Pangan Lokal Bergizi di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada edukasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Beroanging Nurdin Nur, SH, Ketua TP PKK Kecamatan Bangkala Sri Alriah, S.Kom., M.M., perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Ani Saharuddin, SP., M.AP., kader PKK, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.

Kepala Desa Beroanging, Nurdin Nur, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai mampu mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal secara optimal.

“Desa Beroanging memiliki sumber pangan lokal yang melimpah. Edukasi seperti ini penting agar masyarakat mampu mengolahnya menjadi makanan bergizi bagi keluarga sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Dalam sesi edukasi, tim PPK Ormawa memperkenalkan berbagai komoditas pangan lokal, seperti jagung, ubi jalar, pisang, kelor, dan bahan pangan lainnya yang dapat diolah menjadi menu bergizi, aman dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomi. Materi tersebut juga menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu strategi pencegahan stunting dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan memberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan pangan yang tepat, penyusunan menu bergizi seimbang berbasis bahan pangan lokal, hingga strategi meningkatkan nilai tambah produk agar dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Melalui program Baruga SIPAKATAU, Tim Pelaksana PPK Ormawa BKMF SINAPSIS FIKK UNM berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mengoptimalkan potensi pangan lokal sebagai sumber gizi keluarga. Program ini juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan desa, mendukung pencegahan stunting, serta mendorong terwujudnya masyarakat Desa Beroanging yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya

Facebook Comments Box