Beranda Kampus Unhas Kirim 125 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi Indonesia Timur

Unhas Kirim 125 Tim Ekspedisi Patriot ke Kawasan Transmigrasi Indonesia Timur

0

MataKita.co, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi melepas 125 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Tahun 2026 yang akan bertugas di sejumlah kawasan transmigrasi strategis di Indonesia Timur. Program yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi tersebut menjadi upaya menghadirkan ilmu pengetahuan, riset, dan pendampingan masyarakat untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Pelepasan berlangsung di Ruang Senat Lantai 2 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (23/7/2026), dipimpin langsung Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Kegiatan dihadiri perwakilan pemerintah daerah lokasi penugasan, pimpinan universitas, serta para peserta yang dijadwalkan berangkat ke daerah penugasan pada 31 Juli 2026.

Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Program Patriot Transmigrasi yang mengolaborasikan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan kawasan. Para peserta akan mengimplementasikan keahlian sesuai bidang masing-masing melalui riset, kajian, dan pendampingan masyarakat guna menghasilkan solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah sekaligus mengembangkan potensi lokal.

Mewakili Tim Pengelola Ekspedisi Patriot Unhas, drg. Nursyamsi, M.Kes., menjelaskan antusiasme peserta sangat tinggi. Sejak proses rekrutmen dibuka pada awal Juni 2026, tercatat sebanyak 1.182 pendaftar, terdiri atas 842 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra dan 340 mahasiswa Unhas. Setelah melalui seleksi administrasi, self-assessment, dan wawancara daring dalam dua gelombang, sebanyak 125 peserta ditetapkan sebagai Patriot Transmigrasi Tahun 2026.

“Proses seleksi tidak hanya menilai kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan bekerja sama dalam tim, memfasilitasi masyarakat, serta mengimplementasikan program sesuai kebutuhan wilayah penugasan,” ujar Nursyamsi.

Tahun ini, para Patriot akan ditempatkan di sejumlah kawasan transmigrasi strategis, di antaranya Weri-Saharey di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, serta wilayah Muna, Kolaka, Konawe, Luwu Timur, dan Kabupaten Sidenreng Rappang. Program pengabdian dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Fakfak, Lud Masrur Kamudi, menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu memperkuat pengembangan potensi lokal dan meningkatkan kualitas kawasan transmigrasi.

“Kami telah menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan program dan siap berkolaborasi bersama Tim Ekspedisi Patriot dalam mengembangkan potensi kawasan transmigrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa Program Patriot Transmigrasi merupakan langkah strategis untuk menghubungkan kapasitas perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan di daerah.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi menara gading yang menghasilkan pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, menjadi solusi atas persoalan nyata, serta memberikan dampak bagi pembangunan kawasan,” tegas Prof. Jamaluddin Jompa.

Ia menambahkan, keterlibatan Unhas dalam program tersebut merupakan implementasi visi Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu, riset, dan inovasi.

Prof. Jamaluddin juga mengingatkan bahwa seorang Patriot harus memiliki semangat pengabdian, integritas, serta kemampuan membangun kepercayaan masyarakat.

“Saya berharap ketika masa penugasan berakhir, kepergian kalian dirasakan sebagai kehilangan karena telah diterima, dipercaya, dan dicintai oleh masyarakat tempat kalian mengabdi,” ujarnya.

Sebagai penanda dimulainya masa pengabdian, Rektor Unhas secara simbolis menyerahkan bendera kepada perwakilan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026. Penyerahan itu menjadi simbol amanah bagi para peserta untuk membawa semangat kolaborasi, integritas, dan pengabdian dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi melalui penerapan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box