Beranda Kampus Mahasiswa Unhas Gandeng Komunitas Tuli, Dorong UMKM Donat Tuli Adaptif di Era...

Mahasiswa Unhas Gandeng Komunitas Tuli, Dorong UMKM Donat Tuli Adaptif di Era Digital

0

MataKita.co, Makassar – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah persaingan pasar. Namun, tidak semua pelaku usaha memiliki akses yang sama terhadap teknologi, termasuk UMKM yang dikelola penyandang disabilitas. Karena itu, upaya pendampingan yang memadukan peningkatan kapasitas usaha dan penguatan nilai inklusivitas menjadi semakin penting.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam tim Resourceful Unhas sekaligus penerima Beasiswa Bakti BCA melaksanakan program pengabdian masyarakat bagi UMKM Donat Tuli di Kota Makassar. Program ini dirancang untuk meningkatkan daya saing usaha melalui digitalisasi sekaligus membangun ruang interaksi yang lebih inklusif antara komunitas tuli dan masyarakat.

Program diawali dengan kegiatan TechUp, yaitu lokakarya yang berfokus pada penguatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan serta UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Sulawesi Selatan yang membahas strategi pengembangan usaha di era digital.

Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan keuangan berbasis pembayaran non-tunai melalui QRIS, manajemen kas, hingga penguatan pemasaran digital. Peserta juga diperkenalkan dengan pemanfaatan WhatsApp Business, penyusunan katalog produk, integrasi dengan layanan pengantaran daring seperti GrabFood, serta pelatihan dasar pembuatan materi promosi menggunakan aplikasi desain sederhana.

Setelah penguatan aspek bisnis, kegiatan dilanjutkan dengan agenda SweetSign yang berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya komunikasi yang inklusif. Bekerja sama dengan UKM Pusat Studi Disabilitas (Pusdis) Unhas, sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), mulai dari pengenalan abjad, sapaan, hingga percakapan dasar.

Suasana semakin interaktif melalui kegiatan Donut Decorating Workshop yang mempertemukan peserta dengan komunitas tuli dalam aktivitas menghias donat secara berkelompok. Seluruh hasil kreasi kemudian dipadukan dalam Collaborative Box Design Challenge, sebuah kegiatan yang menghasilkan desain kemasan bersama sebagai simbol kolaborasi, kreativitas, dan semangat inklusivitas.

Koordinator program, Ratu Brilian Shaleha dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

“Melalui inisiatif SweetSign dan TechUp ini, kami ingin membantu UMKM Donat Tuli agar lebih siap menghadapi tantangan pasar modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai inklusivitas yang menjadi ciri khas dan kekuatan utama mereka,” ujar Ratu.

Program tersebut mendapat respons positif dari peserta maupun mitra UMKM karena dinilai mampu memberikan solusi praktis dalam pengelolaan usaha sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya membangun lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Selain mendukung penguatan ekonomi lokal, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan kapasitas UMKM, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan penyandang disabilitas, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui edukasi Bahasa Isyarat Indonesia yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif.

Facebook Comments Box